Cara yang Bisa Dilakukan untuk Mencegah DBD
- 20 Apr 2026 17:42 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang menular akibat gigitan nyamuk Aedes Aegypti, yang terinfeksi virus dengue. Penyakit tersebut perlu diwaspadai, karena bisa berdampak fatal hingga mengancam nyawa.
Di Indonesia, wabah DBD biasanya mulai meningkat saat pertengahan musim hujan antara Oktober hingga Februari. Sebab, tempat perkembangbiakan nyamuk semakin bertambah seiring dengan curah hujan yang tinggi.
Bahkan terkadang, kondisi meningkatkan wabah DBD digolongkan sebagai kejadian luar biasa (KLB). Untuk mencegah Demam Berdarah Dengue, kuncinya adalah menghindari gigitan nyamuk dan memberantas tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.
Pada banyak kasus, demam berdarah dengue tidak menimbulkan tanda atau gejala pada tahap awal. Namun, gejala demam berdarah biasanya baru muncul dalam empat hingga tujuh hari setelah gigitan nyamuk.
Berikut adalah beberapa gejala DBD yang dapat muncul, antara lain:
• Demam tinggi secara tiba-tiba dan bisa mencapai 40 derajat Celsius.
• Sakit kepala.
• Nyeri pada otot, tulang, dan sendi.
• Mual.
• Muntah.
• Rasa sakit di belakang mata.
• Pembengkakan kelenjar getah bening.
• Munculnya bintik-bintik merah pada kulit sebagai gejala khas.
Umumnya demam tinggi yang melanda pengidap DBD akan turun selama beberapa waktu. Namun, demam tersebut akan kembali kambuh di masa mendatang. Nah, kondisi tersebut yang menyebabkan DBD sering kali sulit terdeteksi karena disalahartikan sebagai penyakit lain, seperti flu atau tipes.
| Baca juga: Sehat Dulu, Baru Nikmati Hasil Kerja |
Supaya kamu terhindar dari penyakit tersebut, ada sejumlah cara mencegah DBD yang efektif dan bisa dilakukan di rumah, antara lain dikuti dari berita resmi halodoc.com :
- Lakukan 3M Plus
Menguras tempat penampungan air
Contohnya seperti bak mandi, kendi, toren air, ember, dan tempat yang berpotensi menampung air lainnya. Di samping itu, dinding bak maupun tempat penampungan air lainnya juga perlu digosok. Tujuannya, untuk membersihkan sekaligus membuang telur nyamuk yang menempel erat pada dinding wadah air tersebut.
Menutup tempat tempat pembuangan air
Selain dibersihkan, wadah atau tempat yang berfungsi atau berpotensi menampung air juga perlu ditutup. Kamu perlu menutupnya saat digunakan maupun tidak. Sebab, beberapa benda rongsok yang kotor berpotensi menjadi sarang nyamuk aedes aegypti. Hal ini menjadi cara mencegah DBD yang efektif karena mencegah nyamuk untuk berkembang biak.
Mendaur ulang berbagai barang bekas atau limbah
Selain menguras dan menutup, kamu juga perlu memanfaatkan kembali limbah barang bekas yang dapat didaur ulang. Terutama, benda-benda bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk demam berdarah.
- Melakukan fogging
Fogging atau pengasapan jadi salah satu cara mencegah DBD yang juga direkomendasikan oleh Kementerian Kesehatan RI.
Fogging menjadi langkah pengendalian vektor menggunakan bahan kimia, yang bertujuan untuk mematikan nyamuk dewasa penyebab penyakit dalam waktu cepat. - Menerapkan pola hidup yang sehat
Menerapkan hidup sehat, dari pola makan hingga berolahraga yang teratur.Memakan makanan yang bergizi juga baik untuk kesehatan dan daya tahan tubuh.
Selain 3M plus, fogging, dan menerapkan pola hidup sehat, kamu bisa juga melindungi diri dari DBD dengan vaksin. Vaksin menjadi salah satu cara mencegah DBD yang simpel dan cukup efektif.
(Zahira Maharani – Universitas Ibnu Chaldun)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....