Konsumsi Serat Berlebih Dapat Ganggu Pencernaan?

  • 31 Mar 2026 10:32 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Tren peningkatan konsumsi serat dinilai perlu disikapi dengan bijak. Hal ini dikarenakan, asupan serat berlebih dapat menimbulkan gangguan pencernaan.

Melansir dari Antara, seorang ahli gizi dari King’s College London, Emily Leeming, mengatakan bahwa serat memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Namun demikian, konsumsi serat yang berlebihan tanpa adanya penyesuaian, dapat menimbulkan ketidaknyamanan.

“Serat mendukung pencernaan, menurunkan risiko kanker usus dan penyakit jantung, serta membantu mengontrol gula darah,” ujar Leeming.

Kandungan serat dapat ditemukan dalam berbagai makanan. Mulai dari kacang-kacangan, biji-bijian, sayuran hijau, hingga polong-polongan. Namun demikian, rata-rata konsumsi masyarakat masih jauh di bawah rekomendasi harian.

Leeming menyebut, asupan serat yang dianjurkan bagi orang dewasa adalah sekitar 30 gram per hari. Sementara rata-rata konsumsi masyarakat hanya sekitar 16 gram per hari. Ia pun mengingatkan bahwa peningkatan konsumsi serat perlu dilakukan secara bertahap.

“Serat bersifat kuat dan sistem pencernaan membutuhkan waktu untuk menyesuaikan. Peningkatan terlalu cepat dapat menyebabkan kembung dan rasa tidak nyaman,” katanya.

Selain itu, Ia tidak menyarankan konsumsi serat dalam jumlah sangat tinggi, seperti lebih dari 50 gram per hari. Hal tersebut dinilai berpotensi menimbulkan pola makan yang terlalu restriktif.

Menurutnya, manfaat kesehatan sudah dapat diperoleh dari peningkatan asupan serat dalam jumlah moderat. Tambahan sekitar 7 gram serat per hari dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan kanker usus. Selain itu, peningkatan sekitar 5 gram serat per hari juga dikaitkan dengan penurunan risiko depresi sebesar 5 persen.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....