Jus VS Buah Utuh saat Puasa, Mana Lebih Bernutrisi?
- 16 Mar 2026 13:30 WIB
- Biak
RRI.CO.ID, Biak - Buah hampir selalu hadir dalam menu sahur maupun berbuka saat Ramadan. Rasanya yang manis dan menyegarkan membuat buah sering menjadi pilihan untuk menghilangkan dahaga setelah seharian berpuasa. Dikutip dari cnnindonesia.com, selain menyegarkan, buah juga kaya akan vitamin, mineral, dan antioksidan yang penting untuk menjaga kondisi tubuh selama menjalani puasa. Buah dapat dinikmati secara langsung dalam bentuk utuh atau diolah menjadi jus.
Lalu, dari kedua cara tersebut, mana yang lebih baik untuk kesehatan saat berpuasa? Menurut penjelasan dari National Institutes of Health, proses mengolah buah menjadi jus dapat mengurangi sebagian kandungan serat, vitamin, dan antioksidan. Ketika buah dijus, struktur seratnya rusak sehingga gula alami yang sebelumnya terikat berubah menjadi gula bebas yang lebih cepat diserap tubuh.
Akibatnya, konsumsi jus buah dapat menyebabkan kenaikan kadar gula darah yang lebih cepat. Kondisi ini bisa membuat tubuh cepat merasa lelah atau lapar kembali setelah berbuka. Hal tersebut berbeda dengan buah utuh yang masih mempertahankan serat alaminya.
Buah yang dikonsumsi dalam bentuk utuh dinilai lebih baik karena kandungan seratnya tetap terjaga. Serat berperan penting dalam menjaga kesehatan pencernaan, membantu rasa kenyang bertahan lebih lama, serta mendukung pengendalian berat badan. Selain itu, serat juga memperlambat proses penyerapan gula sehingga kadar gula darah tetap lebih stabil.
Data dari Stanford Medicine menunjukkan bahwa satu gelas jus buah 100 persen dapat mengandung sekitar 15–30 gram gula dan 60–120 kalori, tergantung jenis buahnya. Meski tanpa tambahan gula, jumlah gula alaminya tetap cukup tinggi, sementara kandungan seratnya jauh lebih sedikit dibandingkan buah utuh. Kombinasi gula tinggi dan serat rendah ini dapat memicu lonjakan gula darah sekaligus meningkatkan nafsu makan.
Meski begitu, jus buah tetap bisa dikonsumsi sebagai variasi menu berbuka selama tidak berlebihan dan tanpa tambahan gula. Panduan kesehatan dari Johns Hopkins Aramco Healthcare juga menyarankan buah segar sebagai bagian dari menu sahur dan berbuka karena membantu menjaga hidrasi serta menyediakan vitamin dan serat. Jika ingin menjaga energi tetap stabil dan rasa kenyang lebih lama selama puasa, mengonsumsi buah dalam bentuk utuh umumnya menjadi pilihan yang lebih baik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....