Ginjal Silent Worker, Kenali Tanda sebelum Terlambat
- 15 Mar 2026 05:17 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Ginjal kerap disebut silent worker karena kerusakannya bisa terjadi diam-diam tanpa gejala jelas. Banyak orang baru menyadari masalah saat kondisinya sudah parah, bahkan hingga harus menjalani cuci darah.
Menurut Muhammad Syafik, spesialis penyakit dalam dan konsultan ginjal hipertensi, kondisi ginjal sering sulit terdeteksi pada awalnya. “Kalau sudah stadium 1 - 3, gejala biasanya belum terasa. Baru ketika kerusakan berat muncul anemia atau rasa lemas,” katanya.
Ginjal tidak hanya berfungsi menyaring racun, tetapi juga mengatur tekanan darah, memproduksi hormon untuk pembentukan sel darah merah, serta berperan dalam metabolisme tulang dan vitamin D. Gangguan ginjal sering muncul karena penyakit penyerta seperti diabetes dan hipertensi, tapi gaya hidup juga memegang peranan penting.
Konsumsi garam tinggi, makanan manis berlebihan, kurang minum, dan obesitas bisa meningkatkan risiko. Selain itu, penggunaan obat-obatan tertentu atau jamu yang dicampur obat kimia berpotensi merusak ginjal bila dikonsumsi jangka panjang.
Untuk mendeteksi dini, dua pemeriksaan sederhana bisa dilakukan, darah dan urin. Syafik menekankan, bagi yang berisiko tinggi, pemeriksaan sebaiknya dilakukan setiap enam bulan, sedangkan populasi umum bisa setahun sekali.
Dengan pemeriksaan rutin, progres penyakit ginjal bisa diperlambat melalui kontrol penyakit penyerta, pengaturan diet, dan pengobatan tepat. Tanpa itu, opsi terakhir bisa berujung pada terapi pengganti ginjal, termasuk cuci darah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....