Cinta atau Penjara? Mengenali Sisi Gelap Hubungan Manipulatif

  • 06 Mar 2026 11:38 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Hubungan yang sehat seharusnya didasarkan pada rasa saling percaya dan komunikasi yang terbuka, bukan kendali. Namun, toxic relationship yang melibatkan manipulasi sering kali membuat salah satu pihak merasa tertekan dan kehilangan jati diri.

Pelaku manipulasi biasanya menggunakan teknik gaslighting untuk membuat korbannya meragukan ingatan atau kewarasan mereka sendiri. Hal ini dilakukan agar korban terus bergantung pada perspektif pelaku dan merasa tidak berdaya untuk pergi.

Selain itu, pelaku sering kali mengisolasi pasangannya dari keluarga dan teman-teman agar kontrol mereka terhadap korban semakin kuat. Dengan memutus dukungan sosial, korban merasa bahwa hanya pelaku yang memahami dan menyayangi mereka.

Mengenali tanda-tanda awal seperti rasa bersalah yang terus-menerus atau ketakutan untuk jujur adalah langkah yang baik untuk menyelamatkan diri. Jangan pernah mengabaikan intuisi kamu jika merasa ada yang salah dalam cara pasangan memperlakukan kamu.

Memutuskan hubungan dengan seseorang yang manipulatif memang sulit, namun itu adalah langkah pertama menuju pemulihan kesehatan mental kamu. Carilah bantuan dari orang-orang terpercaya atau profesional agar kamu bisa mendapatkan kembali kendali atas hidup kamu sendiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....