Kalap saat Berbuka Puasa, Ini Penyebabnya
- 23 Feb 2026 19:21 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Setelah seharian menahan lapar dan haus saat puasa, momen berbuka sering berubah jadi ajang balas dendam. Meja penuh takjil, gorengan, minuman manis, hingga makanan berat langsung disantap tanpa jeda. Kenapa kita bisa kalap saat berbuka?
Secara biologis, tubuh memang memberi sinyal kuat setelah berpuasa berjam-jam. Menurut penelitian dalam jurnal Appetite, rasa lapar yang intens meningkatkan keinginan mengonsumsi makanan tinggi gula dan lemak karena tubuh ingin cepat mengembalikan energi yang hilang.
Selain faktor fisik, ada faktor psikologis yang tak kalah besar. Studi tentang emotional eating dalam jurnal Frontiers in Psychology menjelaskan bahwa kondisi menahan diri dalam waktu lama dapat meningkatkan dorongan makan impulsif ketika pembatasan itu berakhir.
Efek reward juga berperan. Penelitian di Nature Neuroscience menunjukkan bahwa otak melepaskan dopamin saat mengonsumsi makanan yang dianggap menyenangkan, terutama setelah periode restriksi. Inilah sebabnya makanan manis atau berlemak terasa jauh lebih nikmat saat berbuka.
Faktor lingkungan pun ikut memicu. Tradisi berbuka bersama, variasi takjil, dan suasana sosial membuat kita terdorong mencicipi lebih banyak. Riset dalam Journal of Consumer Research menemukan bahwa kehadiran orang lain dapat meningkatkan jumlah konsumsi makanan tanpa disadari.
Sayangnya, makan berlebihan saat berbuka bisa berdampak pada pencernaan dan kualitas tidur. Harvard Health Publishing menyebutkan bahwa konsumsi besar dalam waktu singkat dapat menyebabkan rasa begah, refluks asam, hingga gangguan tidur.
Lalu bagaimana mengatasinya? Para ahli menyarankan berbuka secara bertahap mulai dengan air putih dan kurma, beri jeda beberapa menit sebelum makan besar. Pendekatan ini membantu tubuh menyesuaikan diri dan mengurangi dorongan makan impulsif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....