Gangguan Jiwa Bukan Tanda Mental Lemah

  • 21 Feb 2026 14:59 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju – Pengurus Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia (PPPKMI) Sulawesi Barat mengajak masyarakat menghapus stigma gangguan jiwa dan tidak ragu mencari bantuan psikolog maupun psikiater saat mengalami masalah.

Pesan itu mengemuka dalam Dialog Indonesia Sehat RRI Mamuju bertema 38 Tahun PPPKMI: Ayo Makan Sehat, Jalan Sehat dan Pikir Sehat di Bulan Ramadan.

Sekretaris PPPKMI Pengda Sulbar, Wawan Iskandar, menyatakan kesehatan jiwa ditegaskan sebagai bagian utuh dari definisi sehat menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

“Satu dari lima orang Indonesia punya potensi gangguan kejiwaan, mencari bantuan ahli bukan berarti pengecut,” ujar Wawan.

Ia juga menjelaskan, me time, menjalankan hobi, dan olahraga rutin dapat membantu menjaga pikir sehat di tengah tekanan hidup sehari-hari. Mereka juga menekankan pentingnya istirahat cukup dan tidur berkualitas agar emosi lebih stabil selama menjalani ibadah puasa Ramadan.

“Kalau ada masalah jangan dipendam sendiri, itu penting juga,” tambahnya.

Bagi umat Muslim, zikir, membaca Al-Qur’an, hingga tahajud dini hari disebut sebagai bentuk “meditasi” yang menenangkan jiwa. Aktivitas spiritual itu dinilai memberi ruang bagi seseorang untuk berkontemplasi, mendekatkan diri kepada Tuhan, dan menata kembali pikirannya.

PPPKMI juga mengenalkan program Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP) yang sudah dijalankan puskesmas di sekolah-sekolah. Program tersebut bertujuan mengajari guru dan siswa merespons tanda awal masalah psikologis sebelum berkembang menjadi gangguan yang lebih berat.

Organisasi profesi itu menegaskan, mencari bantuan psikolog atau psikiater bukanlah kelemahan, melainkan langkah berani untuk pulih. Mereka mengingatkan, menjaga kesehatan jiwa sama pentingnya dengan menjaga pola makan dan rutin berolahraga selama Ramadan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....