Social Connection: Kunci Kesehatan Mental di Era Individualistis
- 18 Feb 2026 07:31 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto - Di tengah dinamika dunia yang semakin sibuk dan cenderung individualistis, menjaga hubungan sosial yang hangat kini menjadi kebutuhan dasar untuk menjaga kesehatan mental. Seperti topik "Ruang Psikologi" Pro 1 Purwokerto, yang menekankan bahwa social connection atau koneksi sosial bukan sekadar interaksi biasa, melainkan sumber kekuatan dan harapan bagi individu, Senin (2/2/2026).
Narasumber dalam program tersebut, Imam Faisal H, S.Psi., M.A., seorang dosen psikologi dari UMP Purwokerto, menjelaskan bahwa esensi dari kesehatan mental adalah keberfungsian sosial. Seseorang tidak cukup hanya merasa bahagia secara personal, tetapi juga harus mampu berdampak dan bermanfaat bagi orang-orang di sekitarnya.
"Kesehatan mental bukan hanya soal individu yang merasa senang, tetapi bagaimana kita berfungsi secara sosial dan memberikan dampak positif bagi lingkungan. Menjadi cahaya bagi sesama adalah bentuk nyata dari kesehatan mental yang berkualitas," ujar Faisal dalam terhubung sercara virtual melalui zoom.
Koneksi sosial yang sehat juga berperan penting sebagai sistem pendukung (support system) saat seseorang menghadapi tantangan hidup atau resiliensi.
Dengan terhubung secara sosial, individu memiliki akses lebih cepat terhadap bantuan dan dukungan moral, sehingga mencegah terjadinya isolasi diri yang berisiko memicu depresi. Di sisi lain, tantangan di era digital juga turut dibahas. Meskipun media sosial memudahkan koneksi jarak jauh, penggunaan yang tidak terkendali justru dapat memicu perbandingan sosial (social comparison) yang tidak sehat.
Oleh karena itu, literasi digital dan kemampuan mengontrol diri menjadi kunci agar teknologi tetap menjadi alat pendukung koneksi, bukan penghambat interaksi nyata. Sebagai langkah awal membangun koneksi yang sehat, masyarakat diimbau untuk mulai melakukan hal-hal sederhana, seperti menyapa tetangga atau bergabung dengan komunitas yang memiliki hobi serupa.
Melalui kepedulian dan empati yang tulus, setiap individ/u diharapkan dapat menjadi "cahaya" yang memberikan makna bagi orang lain sekaligus memperkuat kesehatan mental diri sendiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....