Virus Nipah Perlu Diwaspadai Masyarakat NTT
- 07 Feb 2026 12:17 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Virus Nipah dikenal berbahaya karena dapat menimbulkan penyakit serius pada manusia, mulai dari infeksi saluran pernapasan hingga radang otak. Tingkat kematian akibat infeksi ini tergolong tinggi, berkisar sekitar 40 hingga 75 persen tergantung kondisi layanan kesehatan dan penanganan kasus. Hal ini perlu diwaspadai oleh masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Penularan virus Nipah dapat terjadi melalui kontak langsung dengan hewan terinfeksi, terutama kelelawar buah dan hewan ternak seperti babi. Selain itu, penularan juga bisa terjadi melalui konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi cairan tubuh hewan, seperti air liur, urin, atau kotoran kelelawar pada buah dan air nira,” kata Maxs Urias E. Sanam, Guru Besar Mikrobiologi Veteriner Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan Universitas Nusa Cendana (Undana), dalam Wawancara Kupang Pagi Ini di RRI Kupang, Kamis, 5 Februari 2026.
Profesor Maxs menambahkan dalam beberapa kasus, virus Nipah juga dapat menular langsung antar manusia. Penularan biasanya terjadi melalui kontak erat dengan penderita, terutama pada anggota keluarga atau tenaga kesehatan yang merawat pasien tanpa perlindungan memadai.
“Pada penularan dari kelelawar ke manusia, risiko muncul saat manusia mengonsumsi buah atau produk pangan yang terkontaminasi gigitan, air liur, atau kotoran kelelawar. Kelelawar buah diketahui sering mengonsumsi buah-buahan dan nira, sehingga berpotensi meninggalkan virus pada sumber pangan manusia,” lanjut Profesor Maxs.
| Baca juga: Bahaya Kekurangan Vitamin D untuk Tubuh |
Sementara itu, Ia mengatakan pada penularan melalui babi, biasanya terjadi di wilayah peternakan yang berdekatan dengan habitat kelelawar dan pohon buah. Kelelawar yang memakan buah di sekitar peternakan dapat menularkan virus melalui sisa cairan tubuh pada buah yang kemudian dimakan ternak dan berpotensi menular ke manusia.
“Hingga saat ini, belum tersedia vaksin maupun pengobatan khusus untuk virus Nipah. Penanganan pasien lebih difokuskan pada perawatan suportif dan pencegahan penularan melalui kebersihan, penggunaan alat pelindung diri, serta pengawasan keamanan pangan,” ujarnya.
Secara global, virus Nipah tetap menjadi perhatian karena dapat menimbulkan penyakit berat dan berpotensi memicu wabah. WHO mencatat kasus masih muncul di beberapa negara Asia, sehingga kewaspadaan, edukasi masyarakat, dan kesiapsiagaan sistem kesehatan menjadi langkah penting untuk mencegah penyebaran.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....