Membentuk Generasi Digital yang Santun di Era Medsos

  • 20 Jul 2026 18:17 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Pro2 Spada, Senin 20 Juli 2026 Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat membawa banyak kemudahan dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari mengakses informasi, belajar, bekerja, hingga berinteraksi melalui media sosial. Namun, di balik kemudahan tersebut, masyarakat khususnya generasi muda dituntut untuk mampu memanfaatkan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab.

Dalam dialog Pro2 Spada RRI Meulaboh yang menghadirkan narasumber Cut Afriyana Sary ( leader komunitas school of youth ) melalui sambungan telepon, dibahas pentingnya membentuk generasi digital yang santun. Menurut Cut Afriyana Sary, media sosial dapat menjadi ruang yang positif untuk berkarya, belajar, dan mengembangkan potensi diri apabila digunakan dengan baik. Sebaliknya, penggunaan yang tidak bijak dapat memicu penyebaran hoaks, ujaran kebencian, hingga perundungan siber atau cyberbullying.

Cut Afriyana Sary menjelaskan bahwa setiap unggahan, komentar, maupun informasi yang dibagikan di dunia digital akan meninggalkan jejak yang dapat diingat dalam jangka panjang. Karena itu, generasi muda perlu membiasakan diri untuk berpikir sebelum memposting sesuatu, memeriksa kebenaran informasi, serta menghargai perbedaan pendapat yang ada di media sosial.

Ia juga mengingatkan bahwa komentar negatif yang ditulis di ruang digital dapat berdampak besar terhadap kondisi mental seseorang. Tidak sedikit korban cyberbullying yang mengalami stres, kehilangan kepercayaan diri, bahkan menarik diri dari lingkungan sosial. Oleh sebab itu, sikap santun dan empati harus menjadi bagian penting dalam berinteraksi di dunia maya.

Selain peran individu, Cut Afriyana menilai bahwa pemerintah, komunitas, lembaga pendidikan, dan platform digital memiliki tanggung jawab bersama dalam menciptakan ruang digital yang sehat. Melalui edukasi, diskusi, serta kegiatan positif, generasi muda dapat diarahkan untuk menjadi pengguna teknologi yang cerdas, kreatif, dan beretika.

Melalui dialog ini, masyarakat khususnya generasi muda diharapkan mampu menjadikan media sosial sebagai sarana menyebarkan inspirasi dan energi positif. Dengan demikian, teknologi digital tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga menjadi wadah untuk membangun karakter dan menciptakan perubahan yang bermanfaat bagi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....