Kesalahan Umum dalam Mencuci Beras yang Perlu Diketahui
- 15 Jul 2026 14:26 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon : Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, memasak nasi bukan sekadar menyiapkan makanan pokok, melainkan sebuah rutinitas sehari-hari. Salah satu tahap yang selalu dilakukan adalah mencuci beras sebelum dimasak, namun pernahkah Anda benar-benar memperhatikan apakah cara mencuci beras selama ini sudah tepat?
Sebab, sebagian besar dari kita mungkin terbiasa mencuci beras berkali-kali, bahkan meremasnya dengan kuat sampai air bilasannya benar-benar jernih dengan tujuan agar bersih sempurna. Sayangnya, kebiasaan yang sekilas terlihat higienis ini justru menyimpan kekeliruan fatal yang dapat menghilangkan nutrisi penting di dalamnya, sehingga tanpa disadari malah merugikan kesehatan kita.
Menurut penelitian dari Food and Agriculture Organization (FAO), Beras yang kita konsumsi bukan sekadar sumber karbohidrat. Di lapisan terluar butirannya, terdapat kandungan nutrisi yang sangat berharga, terutama vitamin B kompleks yang penting untuk metabolisme energi tubuh. Ketika kita mencuci beras terlalu lama, menggosoknya terlalu keras, atau membilasnya hingga air menjadi bening, tanpa sadar kita justru mengikis lapisan bernutrisi tersebut. Alhasil, nasi yang kita makan nantinya sudah kehilangan sebagian besar kebaikan alaminya.
Lalu, bagaimana langkah mencuci beras yang ideal agar tetap bersih namun padat nutrisi? Dilansir dari lamanHealthline dan Harvard T.H Chan School of Public Health, ada caranya sebenarnya jauh lebih praktis:
a. Cukup Bilas 2–3 Kali: Batasi proses pembilasan. Air yang masih agak keruh justru menandakan pati dan vitamin beras masih terjaga.
b. Jangan Diremas Berlebihan: Cukup aduk beras perlahan dengan tangan untuk merontokkan debu atau kotoran yang menempel.
Dengan mengubah teknik sederhana ini, Anda sudah memastikan keluarga mendapatkan manfaat gizi yang optimal dari setiap piring nasi yang disajikan. Bukan hanya nasi yang menjadi lebih sehat, "limbah" dari proses ini pun ternyata punya nilai tinggi. Air cucian beras pertama dan kedua yang biasanya langsung kita buang ke wastafel, sebenarnya adalah pupuk organik cair kaya nutrisi.
Air bilasan ini mengandung sisa-sisa unsur hara, vitamin, dan pati yang sangat disukai oleh mikroba baik di dalam tanah. Alih-alih dibuang, tampung air tersebut dan gunakan untuk menyiram tanaman hias atau sayuran di pekarangan Anda. Tanaman akan tumbuh lebih subur dan hijau secara alami tanpa perlu pupuk kimia mahal.
Sebuah Langkah Kecil untuk Perubahan Besar
Sesuatu yang sering kita anggap sepele di dapur ternyata menyimpan dampak yang besar jika kita pahami ilmunya. Mulai hari ini, mari kita ubah kebiasaan lama. Dengan langkah kecil mencuci beras secara tepat, kita tidak hanya menjaga kesehatan tubuh melalui nutrisi yang utuh, tetapi juga ikut merawat lingkungan sekitar kita. Selamat mencoba!
(Sumber : fadilatunnisa_StidAlbiruni)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....