MAN Lombok Barat Tanamkan Zero Bullying lewat Program MATAMUDA

  • 14 Jul 2026 14:38 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Barat – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Lombok Barat mengawali Tahun Ajaran 2026/2027 dengan semangat baru melalui pelaksanaan Masa Ta'aruf Murid Madrasah (MATAMUDA), program orientasi khas Kementerian Agama yang mengedepankan pendidikan karakter berbasis kasih sayang, akhlak mulia, serta budaya sekolah yang bebas dari perundungan.

Sebanyak 330 peserta didik baru yang terbagi dalam 10 rombongan belajar (rombel) resmi mengikuti rangkaian MATAMUDA sebagai gerbang awal mengenal lingkungan madrasah sekaligus membangun karakter sejak hari pertama menempuh pendidikan di MAN Lombok Barat.

Kepala MAN Lombok Barat, H. Kemas Burhan, S.Pd., M.Pd., mengatakan proses penerimaan peserta didik baru tahun ajaran 2026/2027 telah berlangsung dengan baik dan langsung dirangkaikan dengan kegiatan MATAMUDA sebagai bentuk penguatan karakter peserta didik.

"Alhamdulillah seluruh rangkaian penerimaan murid baru telah terlaksana dengan baik. Setelah itu langsung kami lanjutkan dengan MATAMUDA, yaitu Masa Ta'aruf Murid Madrasah, yang menjadi program terbaru Kementerian Agama," ujarnya, Selasa 14 Juli 2026.

Ia menjelaskan, secara konsep MATAMUDA memiliki fungsi yang hampir sama dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Namun, menurutnya, orientasi yang diterapkan di madrasah lebih menitikberatkan pada pembentukan karakter melalui Kurikulum Berbasis Cinta (KBC).

"Orientasi di MATAMUDA jauh lebih mendalam. Anak-anak terlebih dahulu kami tanamkan rasa cinta terhadap madrasah, cinta kepada sesama, serta cinta terhadap lingkungan. Kementerian Agama menghadirkan suasana pendidikan yang dipenuhi kasih sayang melalui Kurikulum Berbasis Cinta," katanya.

Menurutnya, suasana tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang nyaman sehingga peserta didik memiliki rasa memiliki terhadap madrasah dan tumbuh menjadi pribadi yang berakhlakul karimah.

Semangat para siswa baru, lanjut Kemas Burhan, terlihat sejak hari pertama mengikuti kegiatan dengan mengenakan atribut MATAMUDA dan mengikuti seluruh rangkaian orientasi secara antusias.

"Pagi-pagi mereka sudah datang dengan penuh semangat. Ini menjadi energi positif bagi kami untuk terus memberikan motivasi agar mereka memiliki semangat belajar yang tinggi dan karakter yang baik," ucapnya.

Salah satu nilai utama yang terus ditanamkan selama MATAMUDA adalah membangun budaya madrasah yang ramah dan bebas dari praktik perundungan.

"Kami menanamkan rasa saling menghargai sehingga tidak ada ruang untuk bullying. Prinsip kami jelas, zero bullying. Seluruh warga madrasah harus saling menghormati dan membangun suasana yang ramah," tegasnya.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai kebiasaan positif di lingkungan madrasah, salah satunya program penyambutan siswa setiap pagi.

"Setiap pagi seluruh guru berdiri di depan gerbang untuk menyambut peserta didik dengan ucapan salam setelah lebih dahulu melaksanakan apel pagi bersama. Kami ingin anak-anak merasakan bahwa madrasah adalah rumah kedua yang penuh kasih sayang," ujarnya.

Ia berharap pengalaman selama mengikuti MATAMUDA mampu menumbuhkan rasa cinta terhadap madrasah sehingga para siswa betah belajar, memiliki karakter yang baik, serta kelak memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan masyarakat.

"Kami berharap seluruh peserta didik menjadi generasi yang saleh dan salehah, berbakti kepada orang tua, agama, nusa, dan bangsa serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat," katanya menegaskan.

Tidak hanya memperkenalkan lingkungan belajar, pembukaan MATAMUDA tahun ini juga dirangkaikan dengan Anugerah Prestasi Siswa bagi peserta didik kelas XI dan XII yang berhasil mengukir berbagai prestasi selama masa liburan.

Penghargaan tersebut diberikan di hadapan seluruh siswa sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi bagi peserta didik baru agar terdorong mengikuti jejak prestasi kakak kelas mereka.

"Kami sengaja memberikan penghargaan kepada siswa berprestasi pada hari pertama masuk sekolah agar adik-adiknya termotivasi. Kami ingin membangun budaya kompetisi yang sehat karena prestasi harus terus dicari dan diperjuangkan," ucapnya.

Melalui perpaduan pendidikan karakter, budaya sekolah yang ramah, serta apresiasi terhadap prestasi akademik maupun nonakademik, MAN Lombok Barat menegaskan komitmennya mencetak generasi madrasah yang unggul, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

"Semoga seluruh ikhtiar ini menjadi bekal bagi anak-anak untuk terus berkembang menjadi generasi terbaik yang membanggakan keluarga, madrasah, dan Indonesia," katanya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....