PF-Lestari Raih APQA 2026 lewat Inovasi Pemantauan Kehati Berbasis AI

  • 06 Jul 2026 18:01 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID,Cirebon - Pertamina Foundation meluncurkan inovasi sistem pemantauan keanekaragaman hayati berbasis kecerdasan buatan yang dinamakan aplikasi PF-Lestari. Kehadiran platform canggih tersebut ditujukan untuk menjawab tantangan kebutuhan transparansi, akurasi pelaporan, serta implementasi prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola.

Melalui dukungan teknologi canggih dan analisis spasial, aplikasi ini mampu mengukur indeks kesehatan vegetasi secara berkala. Selain itu, sistem tersebut dirancang untuk mendeteksi perubahan tutupan lahan hingga melakukan estimasi jumlah pohon di lapangan.

Platform digital ini juga didukung penuh oleh fitur pemetaan presisi tinggi yang sangat komprehensif. Melalui keunggulan fitur tersebut, para pengguna dapat mengamati profil tutupan lahan dan topografi wilayah secara lebih mendalam.

PF-Lestari dinilai mampu mempermudah inventarisasi digital jenis tanaman, riwayat perawatan, hingga memetakan potensi awal penyerapan karbon di area penanaman. Langkah modernisasi data ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan sektor kehutanan.

Direktur Utama Pertamina Foundation Agus Mashud S Asngari menambahkan inovasi PF-Lestari berangkat dari tantangan pengelolaan data keanekaragaman hayati yang belum terpusat. Kondisi tersebut sebelumnya kerap menyulitkan pihak manajemen dalam mendapatkan visualisasi kondisi aktual lingkungan secara berkala.

"Melalui PF-Lestari, kami mengintegrasikan proses pemantauan, analisis, dan pelaporan agar berjalan lebih efisien dan akurat. Saat ini, PF-Lestari telah diimplementasikan di berbagai area program Hutan Lestari yang dikelola PF untuk mendukung rehabilitasi lahan kritis di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK)," ujarnya pada Senin, 6 Juli 2026.

Dengan teknologi yang dimiliki, sistem ini mendukung penuh pendataan penanaman pohon endemik dan jenis pohon serbaguna. Kehadiran platform digital tersebut sekaligus memperkuat fungsi riset serta edukasi kehutanan yang berkelanjutan.

Integrasi dasbor digital di dalamnya memungkinkan pengelolaan data lapangan dan estimasi keberhasilan tumbuh pohon menjadi jauh lebih praktis. Dampaknya, proses evaluasi program pelestarian lingkungan kini dapat berjalan dengan lebih terukur serta akuntabel.

Sistem mutakhir ini juga diklaim memiliki potensi besar untuk mendatangkan nilai tambah ekonomi yang cukup signifikan. Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan program restorasi hijau di berbagai daerah.

Inovasi ini juga memberikan kontribusi finansial yang terukur bagi perusahaan. "Potensi PF-Lestari menghasilkan Value Creation Rp2,19 miliar, didukung oleh replikasi internal, ekspansi ke Pertamina Group, dan komersialisasi eksternal," ucap Agus.

Inovasi digital ini berhasil mendapat apresiasi tinggi dalam ajang Annual Pertamina Quality Award (APQA) tahun 2026. Aplikasi PF-Lestari sukses meraih predikat bergengsi, yakni kategori Platinum kelompok PC-Prove.

Ajang penghargaan APQA tersebut merupakan bentuk apresiasi tertinggi terhadap implementasi pilar manajemen kualitas di lingkungan PT Pertamina (Persero). Agenda tahunan berskala besar ini diketahui telah berjalan secara konsisten sejak tahun 2010 silam.

"Ini merupakan kali pertama Pertamina Foundation berpartisipasi dalam APQA dan langsung berhasil meraih predikat Platinum. Pencapaian ini menjadi bukti bahwa inovasi yang kami kembangkan telah memenuhi standar kualitas tinggi, sekaligus motivasi besar bagi kami untuk terus berinovasi dalam mendukung program lingkungan yang lebih akuntabel dan berkelanjutan," kata Agus.

Melalui pemanfaatan sistem pemantauan terpadu ini, inisiatif pelestarian lingkungan diharapkan semakin kuat dari sisi perencanaan hingga pelaporan. Seluruh data yang terdokumentasi dengan baik tersebut dinilai sangat sejalan dengan visi besar Asta Cita terkait penguatan ketahanan lingkungan nasional.

Langkah strategis ini juga dirancang untuk mendukung penuh pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan pada beberapa poin penting. Fokus utama program ini diarahkan pada poin penanganan perubahan iklim, menjaga ekosistem laut, serta melestarikan ekosistem daratan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....