Rumpon Portabel ITB Bandung Meningkatkan Hasil Tangkapan Nelayan
- 05 Jul 2026 18:34 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir tidak cukup hanya melalui penyediaan bantuan peralatan. Diperlukan inovasi teknologi yang sesuai dengan kondisi lapangan, mudah dioperasikan, serta dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat. Berangkat dari kebutuhan tersebut, tim Pengabdian kepada Masyarakat Institut Teknologi Bandung (ITB) bersama IPB University mengembangkan dan menerapkan teknologi rumpon portabel untuk mendukung peningkatan hasil tangkapan nelayan di Desa Kabetan, Kabupaten Toli-Toli, Sulawesi Tengah.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat Desa Binaan yang didanai Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Layanan Kepakaran (DPMK) ITB. Program dilaksanakan pada Oktober 2025 hingga Juli 2026 dengan tajuk "Intensifikasi Penerapan Teknologi Rumpon Portabel dan Alat Tangkap untuk Peningkatan Hasil Tangkapan Nelayan Desa Kabetan."
Program dipimpin oleh Dr. Ir. Sri Raharno, S.T., M.T., dosen Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) ITB, bersama Indria Herman, S.T., M.T., Ph.D., serta berkolaborasi dengan Dr. Roza Yusfiandayani, S.Pi., dari Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB University. Pelaksanaan program juga melibatkan mahasiswa Program Doktor dan Program Sarjana Teknik Mesin ITB.
Desa Kabetan merupakan wilayah kepulauan yang mayoritas penduduknya berprofesi sebagai nelayan. Selama ini, aktivitas penangkapan ikan masih mengandalkan teknologi sederhana dan dilakukan di perairan dangkal. Akibatnya, hasil tangkapan didominasi ikan karang yang memiliki nilai ekonomi relatif lebih rendah, sementara potensi ikan pelagis yang bernilai lebih tinggi belum dapat dimanfaatkan secara optimal.
"Untuk menjawab tantangan tersebut, tim ITB mengembangkan rumpon portabel berbasis atraktor suara yang dirancang untuk membantu mengumpulkan ikan pelagis di sekitar lokasi penangkapan. Teknologi ini dibuat agar mudah dirakit, dirawat, serta mampu dioperasikan hingga kedalaman sekitar 30 meter sehingga sesuai dengan kebutuhan nelayan di wilayah kepulauan," ungkap Dr. Sri kepada RRI melalui pesan elektroniknya, Minggu 5 Juli 2026.
Sebelum diterapkan di Desa Kabetan, rumpon portabel terlebih dahulu melalui tahap validasi melalui pengujian lapangan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penggunaan teknologi tersebut mampu meningkatkan hasil tangkapan sekaligus menambah keragaman jenis ikan yang diperoleh nelayan. Temuan selama tahap uji coba kemudian menjadi dasar penyempurnaan desain sebelum teknologi diterapkan secara langsung kepada masyarakat.
Pada 2026 ini, tim melaksanakan implementasi program di Desa Kabetan yang mencakup penyerahan bantuan sarana penangkapan ikan, pelatihan penggunaan rumpon portabel, pendampingan nelayan, serta pemasangan sarana pendukung bagi masyarakat. Bantuan yang disalurkan kepada masyarakat dan kelompok nelayan meliputi enam unit rumpon portabel berbasis atraktor suara, 23 paket jaring insang monofilament, 10 paket pancing ulur, serta lima unit lampu jalan tenaga surya untuk mendukung aktivitas dan keselamatan masyarakat di kawasan pesisir.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....