Fenomena Langit di Bulan Juli 2026: Ada Parade Planet dan Komet Langka

  • 05 Jul 2026 17:32 WIB
  •  Manado
Poin Utama
  • Pada tanggal 11 dan 12 Juli, Bulan sabit akan berbaris sejajar dengan Mars, Saturnus, dan Uranus di langit sebelah timur sebelum matahari terbit.
  • Komet periodik 10P/Tempel 2 akan melintasi Bumi di sekitar fase Bulan Baru tanggal 14 Juli dan bisa diamati menggunakan alat bantu di area langit gelap.
  • Sepanjang akhir Juli, Saturnus menjadi target teleskop yang menarik karena posisi cincinnya yang miring di sudut minimal, membuatnya terlihat sangat tipis.

RRI.co.id, Manado - Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) melalui Jet Propulsion Laboratory kembali membagikan panduan menarik bagi para pencinta astronomi sepanjang bulan Juli 2026. Bulan ini akan menyuguhkan berbagai fenomena kosmik yang memukau, mulai dari berkumpulnya planet-planet di waktu subuh, kembalinya komet periodik, hingga pemandangan langka dari cincin planet Saturnus.

Fenomena menarik pertama akan terjadi pada tanggal 11 dan 12 Juli sebelum matahari terbit. Bagi masyarakat yang memandang ke arah langit timur, mereka akan disuguhkan pemandangan barisan kosmik yang indah. Bulan sabit tua yang mulai memudar akan menjadi pemandu alami untuk menemukan Mars yang tampak sebagai titik merah kecil, serta Saturnus yang bersinar lebih terang di dekatnya. Di sekitar area langit yang sama, planet Uranus sebenarnya juga ikut bergabung dalam parade subuh ini, namun karena cahayanya yang sangat redup, masyarakat memerlukan bantuan teropong atau teleskop untuk bisa melihatnya.

Sebelum matahari terbit pada tanggal 11 dan 12 Juli, Bulan, Mars, Saturnus, dan Uranus akan berbaris sejajar di langit timur. (Foto: NASA/JPL-Caltech)

Tak lama setelah parade planet tersebut, tepatnya di sekitar fase Bulan Baru pada tanggal 14 Juli, Komet 10P/Tempel 2 akan kembali melintasi sistem tata surya bagian dalam. Komet jangka pendek yang kembali setiap 5,5 tahun sekali ini memang tidak akan terlihat secara langsung dengan mata telanjang. Namun, dengan bantuan teleskop atau teropong yang diarahkan ke konstelasi Capricornus, pengamat di area yang bebas dari polusi cahaya lampu kota dapat melihat pendaran kabut samar berbentuk kipas yang merupakan ekor dari komet tersebut, idealnya sekitar 45 hingga 60 menit setelah matahari terbenam.

NASA/JPL-Caltech

Momen Bulan Baru di pertengahan Juli ini juga menjadi waktu terbaik sepanjang bulan untuk berburu pemandangan galaksi Bima Sakti (Milky Way). Di lokasi yang benar-benar gelap, Bima Sakti akan tampak seperti pita awan pucat yang membentang membelah langit malam. Bagian paling terang dari pita tersebut menandakan arah pusat galaksi, di mana miliaran bintang berkumpul di balik awan debu kosmik. Untuk menemukannya, pengamat cukup melihat ke arah langit selatan pada larut malam dan mencari gugusan bintang Scorpius yang berbentuk seperti kait atau ekor kalajengking besar, karena pusat galaksi berada tepat di dekat rasi bintang tersebut dan rasi Sagittarius.

NASA/JPL-Caltech

Sebagai penutup fenomena di akhir bulan Juli, Saturnus akan menjadi objek pengamatan yang sangat memikat bagi para pengguna teleskop. Saat ini, cincin megah yang mengelilingi planet raksasa tersebut sedang berada pada sudut kemiringan yang sangat dangkal dari sudut pandang Bumi, sehingga penampilannya terlihat luar biasa tipis. Perubahan visual ini terjadi secara berkala setiap 15 tahun sekali akibat pergerakan orbit Saturnus yang memakan waktu hampir 30 tahun untuk mengelilingi matahari, sebuah pengingat nyata bahwa segala sesuatu di tata surya kita selalu bergerak dinamis.

Saturnus terkenal dengan cincinnya yang menakjubkan dan mengelilingi planet tersebut. Namun, seiring Saturnus mengorbit Matahari, sudut pandang kita terhadap cincinnya ikut berubah. Kira-kira setiap 15 tahun sekali (setengah jalan dari orbit Saturnus yang memakan waktu hampir 30 tahun), cincin Saturnus akan terlihat tampak samping (edge-on), bahkan terkadang tampak menghilang sama sekali. Pada tanggal 24 Februari 2009, ketika cincin Saturnus berada dalam posisi hampir tampak samping, Hubble melacak empat bulan Saturnus saat mereka melintas di depan permukaan planet raksasa bercincin tersebut. (Foto: NASA, ESA, dan Hubble Heritage Team (STScI/AURA))
NASA/JPL-Caltech
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....