Sigap Hadapi Bencana, Mahasiswa HMTS UTU Bangun Program Sigap Air di Desa Pasi Birah
- 03 Jul 2026 15:36 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh - Mahasiswa Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Teuku Umar (HMTS-UTU) melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) menghadirkan program pengelolaan air terpadu di Desa Pasi Birah, Kecamatan Woyla, Aceh Barat. Program ini bertujuan meningkatkan kemandirian air bersih dan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana.
Ketua PPK Ormawa HMTS-UTU Fahri Dwi Alfi didampingi dosen pembimbing Ir. Cut Suciatina Silvia, S.T., M.T., IPM, menjelaskan bahwa program tidak hanya berfokus pada solusi teknis, tetapi juga memanfaatkan potensi lokal seperti bambu, peran pemuda, dan budaya gotong royong untuk membangun desa yang tangguh.
“Selama empat bulan pelaksanaan, program ini, menargetkan pembangunan lima unit filtrasi air berbasis pemanenan air hujan, penanaman 500 batang bambu, pemasangan sensor digital kualitas air, serta pembentukan kelompok masyarakat “Sigap Air” sebagai pengelola program,” katanya, Jumat, 3 Juli 2026.
Kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan pada Kamis, 25 Juni 2026, diikuti lebih dari 30 warga Desa Pasi Birah dengan pendampingan dosen pembimbing lapangan. Program ini mengintegrasikan teknologi filtrasi air, bioengineering, dan sistem digital melalui kolaborasi bersama BPBD serta Dinas Kesehatan Aceh Barat. Program ini berangkat dari kondisi pascabencana hidrometeorologi November 2025 yang menyebabkan sekitar 90 persen sumur warga tercemar akibat banjir. Selain masalah air bersih, masyarakat juga menghadapi risiko erosi di kawasan bantaran sungai.
Dari aspek kebencanaan, perwakilan BPBD Aceh Barat, Teuku Ronald Nehdiansyah, S.P., M.I.L., menekankan bahwa kesiapsiagaan masyarakat harus dibangun sebelum bencana terjadi. Menurutnya, masyarakat perlu memahami risiko lingkungan, memiliki sistem peringatan dini, jalur evakuasi, serta kemampuan merespons kondisi darurat secara mandiri.
“Program yang dilakukan mahasiswa Teknik Sipil UTU memiliki peran strategis karena tidak hanya membantu pemulihan akses air bersih, tetapi juga memperkuat budaya kesiapsiagaan Masyarakat,” ucapnya.
Sementara itu, perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Barat, Rizki Bachtiar, S.KM., M.KM., menyampaikan bahwa keberadaan air bersih yang aman merupakan faktor penting dalam menjaga kesehatan masyarakat, terutama setelah terjadi bencana.
“Program Sigap Air memberikan dampak positif karena menggabungkan penerapan teknologi dengan peningkatan kesadaran masyarakat dalam menjaga kualitas air dan lingkungan,” ujarnya.
Program ini diperkuat melalui kolaborasi antara Fakultas Teknik UTU, Program Studi Teknik Sipil, BPBD Aceh Barat, Dinas Kesehatan, Pemerintah Desa Pasi Birah, dan tim PPK Ormawa HMTS-UTU untuk menjadikan Desa Pasi Birah sebagai desa mandiri air dan tangguh bencana.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....