DPPKB Kupang Ingatkan Orang Tua Bijak Hadapi Era Media Sosial
- 29 Jun 2026 16:45 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Kupang mengajak orang tua memanfaatkan media sosial secara bijak dalam mendukung pola pengasuhan anak. Ajakan tersebut disampaikan bertepatan dengan peringatan Hari Keluarga Nasional 2026 Senin, 29 Juni 2026
Kepala DPPKB Kota Kupang, drg. Fransisca J. H. Ikasasi saat diwawancarai lewat sambungan telpon pagi tadi mengatakan, perkembangan media sosial membawa perubahan besar terhadap pola asuh keluarga modern. Menurutnya, orang tua kini lebih mudah memperoleh informasi parenting, kesehatan, pendidikan, serta tumbuh kembang anak melalui platform digital.
"Di satu sisi perubahan ini memberikan manfaat karena orang tua menjadi lebih mudah mengakses pengetahuan dan edukasi dari para ahli," ujar Francisca. Namun, ia mengingatkan tidak semua informasi beredar bersifat akurat sehingga orang tua perlu menyesuaikannya dengan kebutuhan masing-masing keluarga.
Francisca menilai penggunaan gawai berlebihan turut memengaruhi kualitas interaksi dalam keluarga sehingga waktu kebersamaan semakin berkurang. "Orang tua perlu bersikap bijak dalam memanfaatkan media sosial, menjadikannya sebagai sarana edukasi tanpa mengabaikan komunikasi, perhatian, dan kedekatan emosional dengan anak," katanya.
Menurut Francisca, DPPKB Kota Kupang terus memperkuat pembangunan keluarga berkualitas melalui lima program prioritas yang diadopsi dari Kemendukbangga. Program tersebut meliputi Taman Asuh Anak, Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting, Gerakan Ayah Teladan Indonesia, layanan digital keluarga, serta pemberdayaan lansia produktif.
Ia menjelaskan, Gerakan Ayah Teladan Indonesia menjadi salah satu fokus utama untuk meningkatkan keterlibatan ayah dalam kehidupan keluarga sehari-hari. "Kami lagi menggaungkan bagaimana peran ayah dalam membangun keluarga berkualitas," katanya, seraya mencontohkan keterlibatan ayah menghadiri kegiatan sekolah maupun mendampingi anak.
Francisca mengajak seluruh orang tua membangun hubungan emosional yang sehat dengan anak di tengah perkembangan teknologi digital. "Bukan lagi soal melarang gawai tersebut, melainkan membangun kedekatan emosional yang lebih menarik daripada layar gawai," ujarnya, sambil mengingatkan pentingnya penggunaan gawai secara bijaksana, khususnya bagi anak di bawah usia 14 tahun. (DB)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....