DPRD Dompu Minta SPMB Bebas Pungli dan Jual Beli Kursi
- 24 Jun 2026 08:10 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Dompu — Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, menjadi perhatian serius Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat.
Hal yang paling ditekankan adalah agar proses penerimaan siswa baru berlangsung bersih, transparan, dan bebas dari praktik pungutan liar maupun jual beli kursi.
Wakil Ketua DPRD Dompu, Ismul Ramadhin menegaskan, setiap tahun isu jual beli kursi selalu terdengar, terutama di sekolah negeri favorit pada berbagai jenjang pendidikan.
Namun hingga kini, praktik tersebut tidak pernah benar-benar terungkap karena minimnya laporan resmi dari masyarakat.
“Setiap tahun isu itu selalu muncul, tapi tidak pernah ada laporan yang masuk. Bahkan saat DPRD melakukan inspeksi mendadak, kami juga tidak pernah menemukan praktik itu secara langsung,” ujar Ismul, Rabu, 24 Juni 2026.
Menurutnya, kondisi ini menimbulkan pertanyaan apakah praktik tersebut memang sengaja ditutupi atau hanya sebatas rumor yang berkembang di tengah masyarakat.
Ia menilai, jika praktik jual beli kursi benar terjadi, dampaknya sangat merugikan ekosistem pendidikan secara keseluruhan, terutama bagi sekolah swasta yang semakin sulit mendapatkan peserta didik. Bahkan, kata dia, ada sejumlah sekolah swasta yang terpaksa menutup operasional pendidikan karena minimnya jumlah siswa baru.
Ismul menegaskan, sekolah negeri harus taat pada pagu penerimaan yang telah ditetapkan, sesuai dengan jumlah ruang kelas dan rombongan belajar (rombel) yang tersedia.
Ia juga mengingatkan agar sekolah tidak memberlakukan sistem double shift hanya untuk menampung siswa melebihi kapasitas.
“Sekolah negeri harus disiplin terhadap pagu yang ada. Tidak boleh memaksakan menerima siswa di luar kapasitas dengan sistem double shift,” tegasnya.
Meski jenjang SMA berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Ismul menegaskan DPRD Dompu tetap memiliki tanggung jawab moral untuk melakukan pengawasan, karena para siswa yang mengenyam pendidikan merupakan warga Kabupaten Dompu.
Di sisi lain, ia mendorong sekolah swasta untuk terus berinovasi agar mampu menarik minat masyarakat dan menjadi pilihan utama dalam melanjutkan pendidikan.
Menurutnya, kualitas layanan, program unggulan, dan inovasi pendidikan menjadi kunci agar sekolah swasta tetap kompetitif di tengah tingginya minat masyarakat terhadap sekolah negeri favorit.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....