UIN Mataram Siapkan Kurikulum OBE Keperawatan Anestesiologi Sambut Mahasiswa
- 28 Apr 2026 14:18 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Universitas Islam Negeri Mataram (UIN Mataram) mempercepat persiapan akademik dengan menyusun kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) untuk Program Studi Keperawatan Anestesiologi. Langkah ini dilakukan melalui workshop yang digelar di Hotel Golden Palace, Mataram, pada 27-28 April 2026.
Kegiatan tersebut diikuti 40 peserta yang terdiri dari unsur pimpinan universitas, dosen, serta pemangku kepentingan dari sejumlah rumah sakit mitra. Workshop ini bertujuan menghasilkan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja sekaligus memenuhi standar nasional pendidikan tinggi.
Selama pelaksanaan, workshop menghadirkan narasumber nasional yang memiliki kompetensi di bidangnya. Di antaranya Rahmaya Nova Handayani yang memaparkan kebijakan dan landasan pengembangan kurikulum OBE serta penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS).
Selain itu, Emanuel Ileatan Lewar memandu penyusunan Profil Lulusan dan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), termasuk integrasi praktik klinis ke dalam kurikulum. Sementara M Aryadi A menyampaikan materi terkait pemetaan bahan kajian, struktur mata kuliah, serta sistem asesmen berbasis OBE.
Pada hari kedua, peserta difokuskan pada penyusunan draft kurikulum melalui kerja kelompok, mulai dari struktur mata kuliah hingga matriks CPL. Hasilnya kemudian dipresentasikan untuk mendapatkan masukan sebelum dirumuskan menjadi rekomendasi finalisasi kurikulum.
Workshop ini juga melibatkan berbagai mitra eksternal, termasuk perwakilan organisasi profesi dan tenaga kesehatan dari sejumlah rumah sakit seperti RSUD Provinsi Mataram, RSUD Awet Muda Lombok Barat, RSUD Tripat Lombok Barat, serta RS Unram. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya memastikan kurikulum yang disusun selaras dengan kebutuhan lapangan.
Rektor UIN Mataram, Prof. Masnun Tahir, M.Ag., memberikan dorongan kepada civitas akademika untuk terus mengoptimalkan kualitas kurikulum dalam menyambut mahasiswa baru tahun akademik 2026.
“Tetap semangat. Jadi tetap berusaha untuk memaksimalkan kurikulum kita. Dan tentunya untuk persiapan kita menghadapi mahasiswa baru tahun 2026. Posisi kita di 10 besar dari 59 Perguruan Tinggi Keagamaan. Jadi itu artinya tidak di level yang kedua, menengah, tapi kita di level atas,” terangnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....