Dua Mahasiswa STAIN TDM Lulus tanpa Sidang Skripsi
- 25 Apr 2026 19:59 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh - Program Studi Hukum Tata Negara (HTN) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh kembali mencatat capaian akademik inovatif.
Dua mahasiswanya, Wahyudi dan Arifka Agus Diantara, dinyatakan lulus tanpa melalui sidang skripsi konvensional setelah karya ilmiah mereka berhasil terbit di jurnal terakreditasi Sinta 3.
Kelulusan melalui jalur publikasi ilmiah ini merupakan implementasi kebijakan Merdeka Belajar yang mendorong mahasiswa menghasilkan karya riset yang diakui secara akademik sebagai pengganti tugas akhir.
Wahyudi mengangkat penelitian berjudul “Struktur dan Kewenangan Mahkamah Syariah: Studi Perbandingan antara Aceh dan Penang”, sementara Arifka Agus Diantara menulis artikel “Kedudukan Ma’had Darussalam Lil Tadrib Al-Islami dalam Struktur Lembaga Pemerintahan Vietnam”.
Kedua karya tersebut dinilai memenuhi standar akademik dan lolos proses peer-review yang ketat.
Wahyudi menilai kebijakan tersebut memberikan pengalaman riset yang lebih komprehensif dan relevan dengan tuntutan akademik modern.
Menurutnya, proses publikasi tidak hanya menuntut kemampuan menulis, tetapi juga mengasah berpikir kritis, ketajaman analisis, serta kesiapan menghadapi evaluasi ilmiah.
“Kami tidak hanya menulis, tetapi benar-benar belajar bagaimana riset diuji, diperbaiki, dan diakui secara akademik,” ujarnya.
Senada dengan itu, Arifka mengungkapkan bahwa penulisan artikel ilmiah menghadirkan tantangan tersendiri yang berdampak signifikan terhadap kualitas akademik mahasiswa. Ia menyebut setiap tahapan, mulai dari perumusan masalah, metodologi, hingga penyajian data, menuntut ketelitian dan konsistensi tinggi.
“Proses ini melatih kami untuk lebih disiplin, sistematis, dan siap bersaing di tingkat yang lebih luas,” katanya.
Ketua Program Studi HTN STAIN Meulaboh, Yulia Susantri, MH, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menegaskan bahwa publikasi di jurnal terakreditasi bukan sekadar alternatif, melainkan indikator kualitas akademik yang lebih tinggi.
“Ini bukan jalan pintas. Karya mereka diuji secara terbuka melalui mekanisme publikasi ilmiah nasional. Ini menunjukkan kapasitas intelektual mahasiswa HTN yang kompetitif,” ujarnya.
Dosen pembimbing, Heri Maslijar, MA, menambahkan bahwa model kelulusan berbasis publikasi membuka ruang lebih luas bagi kontribusi pemikiran mahasiswa terhadap perkembangan ilmu hukum.
Menurutnya, karya ilmiah yang dipublikasikan tidak hanya berhenti di perpustakaan, tetapi dapat diakses publik dan memberi manfaat nyata.
Capaian ini semakin memperkuat posisi STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh sebagai perguruan tinggi yang adaptif terhadap transformasi pendidikan tinggi, sekaligus mendorong budaya akademik berbasis riset dan publikasi ilmiah di kalangan mahasiswa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....