Ini Jenis Perangkat yang Bisa Diretas
- 21 Apr 2026 15:32 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Hampir semua perangkat atau layanan yang terhubung ke internet berpotensi menjadi target peretasan. Peretasan sendiri terjadi ketika seseorang memanfaatkan celah keamanan dalam sistem untuk mengambil data atau mengendalikan perangkat tanpa izin.
Salah satu target utama adalah perangkat elektronik pribadi seperti smartphone dan laptop. Ponsel berbasis Android lebih sering disasar karena sistemnya lebih terbuka, sementara komputer bisa terkena malware atau ransomware yang mengunci data pengguna.
Selain itu, perangkat rumah pintar atau Internet of Things (IoT) juga rentan diretas. Contohnya seperti kamera CCTV, Smart TV, atau kunci pintu digital yang memiliki sistem keamanan lemah.
Akun digital dan media sosial juga menjadi sasaran empuk bagi peretas. Platform seperti Facebook, Instagram, dan WhatsApp sering dibajak untuk penipuan atau pencurian identitas.
Akun email, terutama seperti Gmail, juga sangat berisiko karena biasanya terhubung dengan banyak layanan lain. Jika email diretas, pelaku bisa mengakses berbagai akun lain yang terkait.
Di sektor keuangan, aplikasi mobile banking dan dompet digital menjadi target utama karena berkaitan langsung dengan uang. Layanan seperti GoPay atau aplikasi perbankan bisa disusupi untuk mencuri saldo atau data transaksi.
Data kartu kredit juga sering dicuri melalui metode seperti phishing atau kebocoran data di situs belanja online. Informasi seperti nomor kartu dan kode keamanan sangat berharga bagi pelaku kejahatan.
Tidak hanya individu, data pribadi dan perusahaan juga menjadi incaran. Informasi seperti KTP, nomor identitas, hingga data medis bisa disalahgunakan untuk penipuan atau dijual di pasar gelap.
Dalam skala yang lebih besar, peretas juga bisa menargetkan sistem penting seperti jaringan listrik atau database perusahaan besar. Serangan ini biasanya bertujuan untuk mendapatkan uang tebusan atau kepentingan tertentu.
Karena itu, penting bagi pengguna untuk selalu waspada dan menjaga keamanan digital. Menggunakan kata sandi yang kuat, menghindari tautan mencurigakan, dan rutin memperbarui sistem bisa membantu mengurangi risiko peretasan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....