Ini Cara Pilih Sepatu Lari Berdasarkan Bentuk Kaki Anda

  • 03 Jun 2026 05:57 WIB
  •  Denpasar
Poin Utama
  • Data dari Runners Need menunjukkan 68% pelari menggunakan sepatu yang belum sesuai dengan karakter kaki mereka.
  • Saat berlari, tekanan hantaman kaki ke aspal bisa mencapai tiga kali lipat dari berat badan, sehingga diperlukan teknologi biomekanika pada sepatu untuk meredamnya.
  • Karakter kaki dapat diketahui sebelum membeli sepatu dengan melakukan metode analisis gaya berjalan/berlari (Gait Analysis)

RRI.CO.ID, Denpasar – Jalan kaki dan lari merupakan olahraga yang dapat dilakukan dengan mudah. Keduanya merupakan latihan terbaik bagi semua usia, tapi, tidak semua menyadari bahwa berjalan dan lari membutuhkan sepatu yang dapat mendukung kegiatan tersebut, bahkan sepatu dapat membuat anda lebih bersemangat.

Namun, sebelum Anda tergiur dengan desain visual sepatu yang estetik atau tren warna neon yang sedang naik daun di media sosial, ada satu hal krusial yang wajib dipahami yaitu memilih sepatu larijuga melibatkan kenyamanan dan keselamatan kaki Anda sendiri. Banyak pelari pemula yang asal memilih sepatu hanya berdasarkan merek terkenal atau diskon yang menggiurkan.

Data menunjukkan bahwa persentase cedera akibat salah memilih alas kaki tergolong cukup tinggi di kalangan pencinta olahraga lari. Menyadur laman Runners Need, 68% pelari menggunakan sepatu yang belum sesuai dengan karakter kaki mereka.

Hal ini disampaikan oleh Sport Medicine Australia, sepatu lari modern sebenarnya dirancang khusus dengan teknologi biomekanika untuk meredam hantaman keras saat kaki anda membentur aspal. Tentu, tekanannya bisa mencapai tiga kali lipat dari berat badan Anda.

Poin penting yang wajib anda pahami adalah mengenali jenis pronasi kaki Anda melalui metode gait analysis. Secara sederhana, saat kita berlari atau berjalan, kaki kita secara alami akan bergerak dinamis untuk menahan beban tubuh. Nah, cara telapak kaki bergulir atau mendarat ini disebut dengan Pronasi.

Ada tiga tipe "gaya mendarat" kaki manusia yang wajib anda tahu sebelum beli sepatu:

  • Tipe Overpronation atau disebut dengan kaki bebek/amblas ke dalam merupakan kondisi saat anda melangkah, kaki terlalu bergulir ke arah dalam. Efeknya, lengkungan telapak kaki (arch) jadi mendatar atau amblas menyentuh lantai. Karena mendaratnya terlalu miring ke dalam, engkel, lutut, dan tulang kering anda harus kerja ekstra keras menahan beban. Kalau dibiarkan tanpa sepatu yang tepat, ini sering memicu cedera atau nyeri lutut.

  • Tipe Supination atau disebut dengan kaki jinjit/miring ke luar merupakan kebalikan dari yang pertama, tipe ini terjadi saat kaki anda terlalu miring atau dominan bertumpu di sisi luar. Karena telapak kaki bagian tengah tidak menyentuh tanah dengan sempurna, kaki gagal meredam benturan dengan aspal. Dampaknya, tekanan besar akan menumpuk di sisi luar kaki dan pergelangan engkel, sehingga rawan bikin engkel terkilir.

  • Tipe Neutral Pronation atau kaki normal/ideal), kondisi ini adalah tipe kaki yang paling seimbang dan aman. Saat mendarat, kaki bergulir ke dalam secara pas dan natural, sekitar 15 derajat. Beben tubuh terbagi rata ke seluruh area kaki depan, sehingga fungsi peredam benturan (shock absorber) bekerja dengan sempurna. Risiko cedera pada tipe kaki ini adalah yang paling minimal.

Sebelum membeli sepatu, anda juga bisa menerapkan analisis gaya berjalan atau berlari dengan Gait Analysis. Hal ini mudah anda coba ketika berlari bersama teman, anda bisa mencoba untuk berlari, kemudian minta bantuannya untuk rekam disaat berlari.

Setelah itu, anda dapat melihat ulang video gerakan kaki anda secara lambat untuk menganalisis secara tepat. Apakah kaki cenderung miring ke dalam, ke luar, atau normal. Dari hasil rekaman itu, anda dapat melihat karakter kaki dan memilih tipe sepatu lari yang paling pas dan presisi, sesuai dengan anatomi kaki anda.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....