Artemis II Pecahkan Rekor Jarak Terjauh, Siap Kembali ke Bumi

  • 06 Apr 2026 20:15 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID, Biak - Misi Artemis II yang dikelola oleh NASA secara resmi memasuki wilayah pengaruh gravitasi bulan pada Senin, 6 April 2026. Kapsul Orion yang membawa empat kru astronot kini berada di bawah kendali tarik gravitasi bulan setelah menempuh perjalanan sejauh ratusan ribu kilometer dari bumi.

Tepat pukul 13:56 EDT 6 April 2026, kapsul Orion ini melampaui rekor jarak terjauh manusia dari bumi yang sebelumnya dicapai oleh misi Apollo 13 pada tahun 1970. Kru Artemis II, yang terdiri dari Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen, berada pada titik jarak sekitar 406.733 kilometer dari bumi. Data telemetri mengonfirmasi bahwa seluruh sistem navigasi tetap berfungsi stabil selama pencapaian rekor tersebut.

Selama berada di sisi jauh bulan (Far Side), komunikasi radio antara kapsul Orion dan stasiun bumi di Houston terputus selama sekitar 40 menit. Terputusnya sinyal ini terjadi secara otomatis karena posisi bulan yang menghalangi transmisi langsung ke bumi. Dalam periode tersebut, kru melakukan tugas dokumentasi visual terhadap permukaan bulan menggunakan sistem kamera resolusi tinggi yang terpasang pada badan kapsul.

Ilustrasi kapsul Orion mendekati bulan. (Foto: Popsci.com)

Di samping pengumpulan data visual, kru juga melaksanakan pengujian terhadap sistem pendukung kehidupan (ECLSS) di dalam kabin. Kemarin 5 April 2026, para astronot berhasil melakukan kalibrasi ulang pada sensor sistem pengelolaan limbah yang sempat dilaporkan adanya gangguan teknis ringan. Prosedur perbaikan dilakukan sesuai dengan instruksi manual penerbangan dan sistem tersebut kini telah kembali beroperasi secara normal.

Baju luar angkasa Orion Crew Survival System juga menjalani serangkaian uji mobilitas dalam kondisi gravitasi rendah. Pengujian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kenyamanan dan tekanan oksigen saat astronot melakukan gerakan-gerakan darurat di dalam kapsul. Hasil dari data sensor biometrik astronot dikirimkan kembali ke bumi untuk dianalisis sebagai persiapan standarisasi keamanan pada misi pendaratan berikutnya.

Kapsul Orion saat ini telah memulai manuver putaran untuk memanfaatkan gaya gravitasi bulan sebagai penggerak alami kembali menuju bumi. Berdasarkan kalkulasi trayek terbaru dari pusat kendali misi, kapsul orion dijadwalkan melakukan pendaratan di Samudra Pasifik pada tanggal 10 April 2026. Tim dari Angkatan Laut Amerika Serikat telah disiagakan di area koordinat pendaratan untuk menjemput kru.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....