Artemis II Cetak Rekor Jarak Terjauh saat Lintasi Bulan

  • 06 Apr 2026 16:29 WIB
  •  Manado

RRI.co.id, Manado - NASA mengumumkan misi Artemis II berhasil menyelesaikan manuver koreksi lintasan (outbound correction burn) untuk menyempurnakan jalur pesawat antariksa Orion menuju Bulan.

Manuver tersebut dilakukan oleh tim kendali misi di Houston bersama awak Artemis II pada pukul 23.03 EDT dan berlangsung selama 17,5 detik. Langkah ini memastikan Orion tetap berada pada jalur presisi untuk melaksanakan penerbangan lintas Bulan.

Empat astronaut yang tergabung dalam misi ini yakni Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, serta astronaut Canadian Space Agency, Jeremy Hansen, dijadwalkan melakukan lintasan di sisi jauh Bulan pada Senin, 6 April.

Pada awal hari kerja, awak juga berhasil menyelesaikan pengujian penting terhadap sistem pakaian keselamatan kru Orion (Orion Crew Survival System/OCSS). Pengujian meliputi penggunaan dan tekanan pakaian, uji kebocoran, simulasi posisi duduk, hingga evaluasi mobilitas serta kemampuan makan dan minum.

NASA menjelaskan, pakaian tersebut berfungsi melindungi astronaut selama fase dinamis penerbangan, termasuk kemungkinan kehilangan tekanan kabin serta kondisi darurat pasca pendaratan di laut.

Menjelang akhir hari, Orion dijadwalkan memasuki wilayah pengaruh gravitasi Bulan pada pukul 00.41 waktu setempat, yang menandai dominasi gaya gravitasi Bulan terhadap lintasan pesawat.

Momen ini menjadi tahap penting menuju peristiwa utama pada hari penerbangan keenam, yakni penerbangan mengitari sisi jauh Bulan.

NASA juga akan menyiarkan langsung momen lintasan Bulan melalui berbagai platform digital, termasuk layanan streaming dan kanal resmi lembaga tersebut. Dalam agenda tersebut, awak Artemis II diperkirakan memecahkan rekor jarak terjauh manusia dari Bumi yang sebelumnya dicapai misi Apollo 13.

Selain itu, Orion akan mencapai titik terdekat dengan Bulan sejauh sekitar 4.070 mil, serta jarak maksimum dari Bumi sekitar 252.757 mil. Awak juga berkesempatan menyaksikan fenomena “Earthrise”, yakni kemunculan kembali Bumi dari balik cakrawala Bulan, serta gerhana Matahari dari perspektif luar angkasa.

Misi Artemis II menjadi bagian dari upaya NASA untuk mengembalikan manusia ke sekitar Bulan sebagai langkah awal menuju eksplorasi lebih jauh, termasuk rencana misi berawak ke Mars di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....