Balai Bahasa NTB Tekankan Disiplin dan Budaya Bersih pada Upacara di SDN 2 Kuranji

  • 31 Mar 2026 08:04 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Balai Bahasa Provinsi NTB turut ambil bagian dalam pelaksanaan upacara bendera hari pertama masuk sekolah di SDN 2 Kuranji, Kota Mataram, Senin 30 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari gerakan nasional yang diinisiasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk memperkuat disiplin dan kebersamaan di lingkungan pendidikan.

Plt. Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB, Zamzam Hariro, bertindak sebagai pembina upacara. Ia menegaskan bahwa kehadiran Balai Bahasa tidak hanya untuk memastikan pelaksanaan upacara berjalan lancar, tetapi juga sebagai bentuk dukungan pemerintah dalam memperkuat program pendidikan di sekolah.

Dalam amanat yang dibacakan, ia menyampaikan pesan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, terkait pentingnya peran sekolah dalam menanamkan nilai-nilai kedisiplinan melalui program sederhana namun berdampak.

Salah satu program yang ditekankan adalah Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah), yang mengajak seluruh warga sekolah menjaga kebersihan, kesehatan, serta menciptakan lingkungan belajar yang nyaman.

“Anak-anakku yang saya banggakan, pesan ini adalah pesan Bapak Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah. Kita harus menjaga sekolah tetap bersih dan indah. Saya berpesan kepada Bapak dan Ibu guru serta anak-anak agar selalu membuang sampah pada tempatnya, rukun bersama teman, tidak merundung, dan memastikan lingkungan tetap bersih,” jelasnya.

Selain itu, Zamzam juga mendorong penerapan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat sebagai bagian dari pembiasaan karakter di sekolah. Kegiatan upacara diikuti 170 siswa dan 10 guru, yang turut membaca Ikrar Pelajar Pancasila sebagai bentuk komitmen nilai kebangsaan.

Kepala SDN 2 Kuranji, Ety Mulyati, menyatakan bahwa berbagai program dari Kemendikdasmen, termasuk Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, telah lama diterapkan di sekolah sebagai bagian dari pembiasaan pendidikan karakter.

“Kami telah lama melaksanakan program-program Kemendikdasmen. Seluruh siswa mengikuti jadwal yang telah ditetapkan dengan pendampingan guru. Harapannya, pembiasaan ini dapat membentuk perilaku belajar yang positif,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Balai Bahasa Provinsi NTB juga menyerahkan bantuan alat kebersihan sebagai bentuk dukungan terhadap implementasi Gerakan Indonesia ASRI. Edukasi terkait pemilahan sampah organik, nonorganik, dan B3 turut diberikan kepada siswa untuk meningkatkan kesadaran lingkungan sejak dini.

Kegiatan ini menjadi langkah awal penguatan sinergi antara Balai Bahasa Provinsi NTB dan satuan pendidikan, sekaligus menegaskan kehadiran pemerintah dalam mendukung terciptanya lingkungan belajar yang aman, bersih, dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....