Mengenal Quiet Constraining, saat Rekan Kerja Sengaja Menahan Informasi
- 30 Mar 2026 18:50 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Waspadai quiet constraining di kantor!
- Kenali trik rekan kerja yang sengaja menahan informasi serta solusi cerdas menghadapinya menurut ahli
RRI.CO.ID, Mataram - Pernahkah Anda merasa kesulitan menyelesaikan tugas hanya karena ada rekan satu tim yang seolah sengaja tidak membagikan data penting? Jika iya, Anda mungkin sedang berhadapan dengan fenomena yang disebut quiet constraining. Berbeda dengan quiet quitting yang fokus pada menarik diri dari beban kerja berlebih, quiet constraining adalah tindakan sengaja menahan informasi atau pengetahuan yang seharusnya dibagikan demi kepentingan bersama.
Power Play di Ruang Kerja
Dari kacamata sosiologi, informasi adalah bentuk kekuasaan. Riset yang dipublikasikan dalam Journal of Applied Psychology menunjukkan bahwa perilaku menahan informasi (knowledge hiding) sering kali menjadi strategi bertahan bagi individu yang merasa terancam posisinya. Dengan menjadi satu-satunya orang yang tahu cara mengoperasikan sistem tertentu atau memiliki akses ke klien penting, mereka merasa memiliki nilai tawar yang lebih tinggi. Fenomena ini menciptakan budaya kompetisi yang tidak sehat dan merusak ritme kerja kolektif dalam sebuah organisasi.
Rasa Tidak Aman dan Kontrol
Psikolog melihat perilaku ini sebagai cerminan dari rasa tidak aman (insecurity). Forbes dalam ulasan mengenai dinamika kantor modern menjelaskan bahwa individu yang melakukan quiet constraining biasanya merasa bahwa jika rekan kerjanya menjadi terlalu kompeten, peran mereka sendiri akan terlupakan atau digantikan. Ini adalah mekanisme kontrol yang toksik. Secara psikologis, lingkungan kerja seperti ini dapat memicu tingkat stres yang tinggi bagi rekan kerja lainnya karena mereka merasa seperti sedang dijebak untuk gagal dalam tugasnya.
Pengalaman Terjebak dalam Senyap
Banyak pekerja di lapangan merasakan dampak nyata dari taktik ini. Seorang staf administrasi di Mataram menceritakan pengalamannya
"Saya pernah harus lembur berjam-jam hanya karena rekan senior tidak mau memberikan kata sandi file yang sebenarnya saya butuhkan sejak pagi. Alasannya selalu lupa atau sedang sibuk, padahal saya tahu dia hanya ingin saya terlihat tidak mampu di depan atasan."
Fenomena ini juga dikuatkan oleh ulasan dari BBC Worklife yang menyebutkan bahwa budaya menahan informasi justru sering muncul di perusahaan dengan tingkat persaingan internal yang terlalu tinggi.
Tips Menghadapi Rekan yang Hobi Menahan Informasi
Bagi Anda yang sedang berada di posisi ini, masyarakat dan praktisi HR menyarankan beberapa langkah preventif:
- Budayakan Transparansi Digital: Gunakan sistem penyimpanan awan (cloud) yang bisa diakses bersama. Jika semua data tersentralisasi, ruang untuk menahan informasi secara personal akan menyempit.
- Komunikasi Tertulis yang Jelas: Selalu minta data atau informasi melalui pesan teks atau email. Ini berfungsi sebagai bukti otentik bahwa Anda telah berupaya meminta informasi tersebut jika suatu saat terjadi keterlambatan pekerjaan.
- Pendekatan Personal: Kadang, mengajak rekan tersebut bicara empat mata dalam suasana santai bisa mencairkan suasana. Tunjukkan bahwa keberhasilan mereka juga merupakan keberhasilan tim, bukan ancaman bagi individu lain.
Quiet constraining mungkin tidak terlihat sekasar konflik terbuka, namun dampaknya bagi kesehatan organisasi sangatlah fatal. Transparansi dan kejujuran tetaplah menjadi mata uang paling berharga dalam menjaga profesionalitas di dunia kerja.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....