ITB Abadikan 105 Tahun Perjalanan Ilmu Pengetahuan Inovasi

  • 30 Mar 2026 14:31 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Institut Teknologi Bandung (ITB) resmi meluncurkan pembangunan Museum ITB, di Sasana Budaya Ganesha beberapa waktu lalu. Peresmian ini menjadi tonggak penting dalam sejarah kampus yang telah berusia 105 tahun, sejak berdirinya Technische Hoogeschool te Bandoeng pada 1920.

Museum ITB hadir sebagai ruang pelestarian sejarah, pusat edukasi, dan sumber inspirasi bagi generasi mendatang. Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., menegaskan bahwa peresmian ini bukan sekadar membuka gedung baru. “Peristiwa ini bukan sekadar pembukaan sebuah gedung baru, melainkan sebuah penanda penting dalam perjalanan panjang Institut Teknologi Bandung, yang genap berusia 105 tahun,” ujarnya.

Dirancang dengan prinsip edukatif, reflektif, inspiratif, interaktif, dan inklusif, museum ini diharapkan menjadi ruang publik yang mampu menghubungkan masa lalu dan masa depan. Ini juga sebagai sumber sejarah dan inspirasi bidang akademik.

“Kami ingin museum ini tidak hanya sekadar tempat untuk melihat masa lalu. Tetapi juga menjadi tempat untuk merenung, mendapatkan inspirasi, dan memicu semangat partisipasi aktif dari seluruh komunitas,” ujar Prof. Tata, Senin 30 Maret 2026.



Museum ITB diharapkan menjadi “mercusuar pengetahuan”. Yaitu yang tidak hanya mengabadikan sejarah, tetapi juga menghubungkan masa lalu dan masa depan melalui semangat kolaborasi dan inovasi.

“Museum ini milik kita semua. Mari bersama merawat dan mengisinya dengan kisah-kisah berharga,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Museum ITB, Prof. Dr. Ir. Dermawan Wibisono, M.Eng., mengatakan, perencanaan museum ini dilakukan 11 orang. Yaitu sejak tahun 2017 di sebuah rumah makan soto boyolali.

"Melalui museum ini, kita ingin membentuk center of edutainment. Museum ini, melalui 360 Dome Theatre, akan menayangkan film-film yang memberikan edukasi kepada para pengunjung, di antaranya mengenai tsunami yang memuat penjelasan dari expert dari ITB. Mudah-mudahan melalui museum ini kita jadi paham, tidak menyeramkan tapi menyenangkan, dan orang keluar dari museum ini mendapatkan pengetahuan," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....