Menuju Kampus Global, UIN Mataram Kembangkan Pusat Riset STEM Terpadu
- 27 Feb 2026 04:18 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - UIN Mataram menginisiasi pembentukan STEM Education Research Center melalui Focus Group Discussion (FGD) yang digelar pada Rabu 26 Februari 2026. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Rektor Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag., dan dihadiri jajaran pimpinan universitas, mulai dari Wakil Rektor, Kepala Biro, Dekan, Direktur Pascasarjana, Ketua Lembaga, pimpinan unit kerja, hingga kepala laboratorium dan para koordinator.
FGD menghadirkan Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Arskal Salim, sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa penguatan pendidikan berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, dan Mathematics) merupakan respons strategis terhadap tantangan global, revolusi industri, serta percepatan transformasi digital.
Ia mendorong UIN Mataram mengambil posisi sebagai pelopor integrasi sains modern dengan nilai-nilai keislaman yang menjunjung etika, kemanusiaan, dan keberlanjutan peradaban.
“Perguruan tinggi keagamaan memiliki keunggulan moral dan spiritual yang dapat menjadi fondasi pengembangan STEM yang beretika," ujarnya "Integrasi ini akan melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara teknologi, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dan kesadaran keagamaan yang kuat."
Dalam arahannya, Rektor menegaskan bahwa pembentukan STEM Education Research Center merupakan langkah percepatan untuk memperkuat posisi UIN Mataram sebagai kampus Islam unggulan yang progresif dan kompetitif secara global. Pusat riset ini dirancang sebagai ruang kolaborasi lintas disiplin yang mengintegrasikan riset, pengembangan kurikulum, inovasi pembelajaran, serta pengabdian kepada masyarakat dalam satu ekosistem akademik berkelanjutan.
Secara konseptual, pusat tersebut akan mengembangkan integrasi Science, Technology, Engineering, dan Mathematics dalam kerangka pendidikan abad ke-21. Fokus program meliputi pengembangan model pembelajaran kreatif berbasis problem solving, peningkatan publikasi ilmiah bereputasi, penguatan kemitraan dengan dunia industri dan lembaga riset, serta pelatihan bagi dosen, guru, dan mahasiswa agar adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.
Diskusi berlangsung dinamis dengan penekanan pada pentingnya kolaborasi lintas sektor melalui pendekatan pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, media, dan masyarakat. Sinergi tersebut diyakini dapat mempercepat lahirnya inovasi pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat sekaligus meningkatkan daya saing lulusan di tingkat nasional maupun global.
Lebih jauh, STEM Education Research Center tidak hanya diarahkan pada penguatan sains dan teknologi, tetapi juga pada penanaman nilai etika, spiritualitas, dan tanggung jawab sosial. Integrasi antara sains dan nilai-nilai keislaman diharapkan melahirkan generasi intelektual yang unggul, berintegritas, serta berkomitmen terhadap pembangunan peradaban berkelanjutan.
Melalui FGD ini, UIN Mataram menegaskan komitmennya untuk melakukan transformasi akademik berorientasi masa depan, sekaligus memperkuat perannya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang berpijak pada nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan, sebagai fondasi menuju terwujudnya kampus berkelas dunia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....