Kapal Tanker LNG Terbakar Hebat setelah Terkena Serangan Rudal di Selat Hormuz

  • 08 Jul 2026 14:08 WIB
  •  Nabire
Poin Utama
  • Kapal tanker LNG Al Rekayyat milik perusahaan Nakilat Qatar terbakar hebat setelah dihantam serangan proyektil dan drone di kawasan Teluk Oman dekat Selat Hormuz strategis.
  • Serangan mengenai sisi lambung kiri kapal tepat di atas ruang mesin, menyebabkan kebakaran dan asap tebal, namun seluruh 29 awak kapal berhasil dievakuasi dengan selamat tanpa cedera.
  • Pemerintah Qatar menunjuk Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran sebagai pihak yang bertanggung jawab penuh atas serangan, sementara Iran mengklaim kapal ditargetkan karena melintasi rute yang dikawal AS tanpa memedulikan peringatan.
  • Serangan ini menyebabkan harga minyak mentah Brent melonjak mendekati level $73-74 per barel, seiring kekhawatiran pasar atas potensi gangguan pasokan energi global melalui Selat Hormuz yang mengalirkan hampir seperlima minyak bumi dunia.

RRI.CO.ID, Nabire - Eskalasi ketegangan di jalur logistik energi global kembali mencapai titik didih. Sebuah kapal tanker pengangkut Gas Alam Cair (Liquefied Natural Gas/LNG) dilaporkan terbakar hebat di kawasan Teluk Oman, dekat Selat Hormuz strategis, setelah dihantam serangan proyektil yang diduga kuat merupakan rudal dan pesawat tanpa awak (drone).

Berdasarkan laporan badan keamanan maritim Inggris, United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO), insiden tersebut menimpa kapal tanker LNG Al Rekayyat milik perusahaan transportasi gas asal Qatar, Nakilat. Serangan yang terjadi pada malam hari tersebut menghantam sisi lambung kiri (port side), tepat di atas ruang mesin kapal.

"Kami dihantam oleh drone di sisi lambung kiri, bagian atas ruang mesin. Kondisi saat ini terjadi kebakaran di ruang mesin dan dipenuhi asap tebal," ujar kapten kapal Al Rekayyat dalam rekaman radio maritim VHF yang bocor ke publik.

Kronologi dan Dampak Kerusakan

Kapal Al Rekayyat yang membawa total 29 awak kapal tengah berlayar dari Ras Laffan, Qatar, menuju Dahej, India. Saat melintasi koridor laut wilayah selatan dekat Limah, Oman, kapal tersebut tiba-tiba menjadi sasaran proyektil.

Beruntung, meski ruang mesin mengalami kebakaran hebat dan kerusakan signifikan, sistem keamanan darurat kapal segera diaktifkan. Seluruh awak kapal—termasuk empat di antaranya warga negara India—dilaporkan selamat tanpa cedera dan langsung dievakuasi ke sisi lambung kanan untuk menghindari kobaran api. Otoritas maritim juga memastikan tidak ada kebocoran muatan LNG maupun dampak pencemaran lingkungan yang fatal di perairan tersebut.

Saling Tuding Global dan Ketegangan Geopolitik

Serangan ini memicu respons keras internasional. Pemerintah Qatar secara terbuka langsung mengutuk insiden ini dan menunjuk Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran sebagai pihak yang bertanggung jawab secara hukum penuh atas dampak serangan.

Pihak Amerika Serikat melalui pejabat militernya mengonfirmasi bahwa Al Rekayyat bukanlah satu-satunya target. Setidaknya ada dua kapal komersial lain, termasuk sebuah supertanker berbendera Arab Saudi bernama Wedyan, yang turut menjadi sasaran serangan dalam kurun waktu 24 jam terakhir. Di sisi lain, media penyiaran negara Iran (IRIB) mengklaim bahwa kapal-kapal tersebut ditargetkan karena nekat melintasi rute yang dikawal oleh Angkatan Laut AS tanpa memedulikan peringatan navigasi dari otoritas wilayah Iran.

Imbas dari serangan beruntun ini langsung mengguncang pasar energi global. Harga minyak mentah Brent terpantau melonjak naik mendekati level $73 hingga $74 per barel sesaat setelah berita kebakaran menyebar, seiring meningkatnya kekhawatiran pelaku pasar atas potensi terhambatnya pasokan energi dunia melalui Selat Hormuz, yang mengalirkan hampir seperlima pasokan minyak bumi global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....