Malaysia Siaga Hadapi Suhu Ekstrem 40 Derajat Celsius pada Awal 2027

  • 08 Jul 2026 09:33 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Malaysia mulai meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi cuaca ekstrem akibat fenomena Super El Nino yang diperkirakan mencapai puncaknya pada akhir 2026 hingga awal 2027. Departemen Meteorologi Malaysia (MetMalaysia) memperkirakan suhu udara di sejumlah wilayah dapat menyentuh 40 derajat Celsius pada awal 2027, mendekati rekor suhu tertinggi yang pernah tercatat di negara tersebut.

Wilayah utara dan tengah Semenanjung Malaysia diprediksi menjadi daerah yang paling terdampak. Berkurangnya curah hujan selama puncak El Nino diperkirakan akan memicu peningkatan suhu secara signifikan, terutama pada periode November 2026 hingga Januari 2027. Kondisi ini berpotensi menimbulkan kekeringan berkepanjangan dan meningkatkan risiko berbagai bencana hidrometeorologi.

Fenomena tersebut mengingatkan pada peristiwa El Nino ekstrem 1997–1998 yang menyebabkan kabut asap parah, krisis air bersih, serta gangguan operasional transportasi udara di kawasan Asia Tenggara. Pada April 1998, Malaysia mencatat suhu tertinggi sepanjang sejarah, yakni 40,1 derajat Celsius di Cuping, negara bagian Perlis. Pemerintah berharap pengalaman tersebut dapat menjadi pelajaran penting dalam menghadapi ancaman cuaca ekstrem kali ini.

Mengantisipasi dampaknya, pemerintah Malaysia telah memperkuat koordinasi lintas instansi. MetMalaysia meningkatkan pemantauan melalui pembaruan bulanan kondisi El Nino Southern Oscillation (ENSO), peringatan cuaca panas, serta sistem pemantauan wilayah yang mengalami tujuh hari berturut-turut tanpa hujan. Selain itu, sistem pemantauan bahaya kebakaran hutan dan model prediksi kabut asap juga terus dioptimalkan untuk mendukung langkah mitigasi.

Departemen Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Malaysia turut meningkatkan kesiapsiagaan dengan mengidentifikasi 183 titik rawan kebakaran di seluruh negeri. Dari jumlah tersebut, 83 lokasi diketahui berulang kali mengalami kebakaran lahan berskala besar dalam tiga tahun terakhir. Negara bagian seperti Selangor, Johor, Kedah, Perak, Sabah, dan Melaka menjadi wilayah yang paling rentan terhadap kebakaran selama musim kemarau.

Untuk memperkuat respons di lapangan, pemerintah menyiapkan sekitar 200 kendaraan operasional tambahan yang mulai dikerahkan pada Juli 2026. Penggunaan drone untuk mendeteksi titik api juga diperluas, sementara dua helikopter baru dijadwalkan bergabung pada akhir 2026 guna mendukung operasi pemadaman. Selain itu, koordinasi dengan berbagai lembaga dilakukan untuk memastikan ketersediaan pasokan air, pompa, dan peralatan logistik apabila terjadi kebakaran besar.

Di sisi lain, Badan Nasional Penanggulangan Bencana Malaysia (NADMA) telah melaksanakan 11 operasi hujan buatan yang mencakup 33 daerah pemilihan dengan fokus menjaga ketersediaan air di waduk-waduk utama. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi nasional untuk mengurangi dampak kekeringan, menjaga pasokan air bersih, serta meminimalkan risiko kesehatan masyarakat. Para ahli iklim juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap cuaca panas ekstrem, menghemat penggunaan air, serta mengikuti informasi resmi dari otoritas terkait selama periode Super El Nino berlangsung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....