Filipina Hadapi Ancaman Pemadaman Listrik akibat Gelombang Panas
- 14 Mei 2026 18:55 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Dilansir dari Reuters Pemerintah Filipina pada 14 Mei mengeluarkan peringatan serius terkait potensi pemadaman listrik hingga tujuh jam di sejumlah wilayah, menyusul gelombang panas ekstrem dan gangguan pada sejumlah pembangkit listrik. Kondisi ini memicu peringatan kekurangan pasokan beruntun pertama dalam dua tahun terakhir. Situasi tersebut menimbulkan kekhawatiran di tengah meningkatnya kebutuhan energi akibat suhu yang terus melonjak.
National Grid Corporation of the Philippines (NGCP) mengumumkan status siaga merah melalui media sosial. Peringatan tersebut menandakan tingkat tekanan tertinggi pada jaringan listrik, yang berarti pasokan tidak lagi mampu memenuhi permintaan. Status ini mencerminkan kondisi darurat pada sistem kelistrikan nasional.
Dalam peringatan tersebut, NGCP menyebutkan kemungkinan pemadaman hingga tujuh jam di 32 wilayah pada jaringan Visayas di Filipina bagian tengah. Selain itu, pemadaman sekitar satu jam juga berpotensi terjadi di sembilan wilayah pada jaringan Luzon, termasuk ibu kota Manila. Peringatan merah di Luzon yang sebelumnya dipicu oleh gangguan dua jalur transmisi tegangan tinggi utama, berlanjut hingga hari berikutnya.
Menurut NGCP, kapasitas daya yang tersedia tercatat lebih rendah dari kebutuhan puncak, yakni sekitar 3 persen di Luzon dan 6,9 persen di Visayas. Sejak awal Mei, sedikitnya 27 pembangkit listrik dilaporkan mengalami penghentian sementara akibat gangguan teknis. Namun, pihak operator jaringan belum merinci jenis pembangkit yang terdampak maupun penyebab pasti gangguan tersebut.
Kondisi ini terjadi di tengah tantangan energi yang lebih luas di Filipina, negara kepulauan dengan populasi hampir 120 juta jiwa. Lonjakan harga bahan bakar global serta ketidakpastian pasokan energi turut memengaruhi stabilitas sistem kelistrikan. Pemerintah sebelumnya juga mengambil langkah antisipatif terhadap volatilitas pasar energi demi menjaga ketahanan pasokan.
Department of Energy (Philippines) (DOE) pada 14 Mei meminta perusahaan listrik segera menyelesaikan kendala pada pembangkit dan meningkatkan efisiensi operasional. DOE juga mengimbau sektor industri dan kantor pemerintahan untuk mengurangi konsumsi, terutama pada jam-jam puncak penggunaan listrik. Langkah ini diharapkan dapat membantu menstabilkan beban jaringan selama periode kritis.
Dalam pernyataan bersama, DOE dan Energy Regulatory Commission (Philippines) meminta NGCP menyerahkan laporan lengkap terkait gangguan jaringan tersebut. Pemerintah menekankan pentingnya transparansi agar publik mendapatkan penjelasan menyeluruh mengenai penyebab peringatan siaga merah. Sementara itu, NGCP menyatakan bahwa pasokan listrik diperkirakan kembali mencukupi pada 15 Mei di tiga jaringan utama mereka.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....