Singapura Kembali Jadi Kota Termahal Dunia bagi Kaum Miliarder 2026

  • 08 Jul 2026 09:33 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Singapura kembali dinobatkan sebagai kota termahal di dunia bagi kalangan kaya atau high-net-worth individuals (HNWI) selama empat tahun berturut-turut. Predikat tersebut tercantum dalam Julius Baer Global Wealth and Lifestyle Report 2026 yang dirilis pada 7 Juli 2026. Laporan itu menunjukkan bahwa tingginya biaya hidup di Singapura mencerminkan besarnya minat investor global terhadap negara yang dikenal memiliki stabilitas ekonomi, mata uang yang kuat, serta lingkungan investasi yang aman.

Penilaian dalam laporan tersebut didasarkan pada indeks yang mengukur harga 20 jenis barang dan jasa mewah di 25 kota dunia. Komponen yang dinilai meliputi harga properti residensial, kendaraan pribadi, biaya pendidikan, layanan kesehatan, hingga gaya hidup mewah lainnya. Singapura mempertahankan posisi teratas karena tingginya harga properti dan mobil, ditambah penguatan nilai tukar dolar Singapura terhadap dolar Amerika Serikat.

Selain menjadi kota termahal secara keseluruhan, Singapura masih menempati posisi pertama sebagai negara dengan biaya kepemilikan mobil paling tinggi di dunia dan berada di peringkat ketiga untuk harga properti residensial. Di bidang pendidikan, Singapura bersama sejumlah kota di kawasan Asia Pasifik juga tercatat sebagai wilayah dengan biaya program Master of Business Administration (MBA) paling mahal secara global.

Meski demikian, terdapat perubahan pada sektor layanan kesehatan. Setelah sebelumnya berada di peringkat ketiga kota dengan biaya kesehatan termahal pada 2025, Singapura turun ke posisi ke-23 pada 2026. Sementara itu, Sao Paulo, Zurich, dan London kini menjadi kota dengan biaya layanan kesehatan tertinggi berdasarkan laporan tersebut.

Laporan juga menunjukkan bahwa perubahan kondisi geopolitik dan ekonomi global membuat para investor kaya semakin aktif melakukan diversifikasi aset. Lebih dari 70 persen investor di kawasan Asia Pasifik meningkatkan penyebaran portofolio investasinya dalam satu tahun terakhir. Selain tetap mengandalkan saham sebagai instrumen utama, investasi pada logam mulia seperti emas, platinum, dan perak juga meningkat sebagai langkah untuk mengurangi risiko ketidakpastian ekonomi.

Di sisi lain, perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI), industri semikonduktor, dan digitalisasi turut mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai kota besar Asia, termasuk Singapura. Kondisi tersebut memperkuat posisi negara itu sebagai pusat keuangan, perdagangan, logistik, dan investasi internasional yang mampu menarik arus modal dari berbagai belahan dunia.

Secara keseluruhan, kawasan Asia diproyeksikan tetap menjadi wilayah dengan pertumbuhan ekonomi tercepat pada 2026 dengan estimasi pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) sebesar 4,5 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata global yang diperkirakan mencapai 2,9 persen. Didukung stabilitas ekonomi, infrastruktur modern, serta iklim investasi yang kondusif, Singapura diperkirakan akan terus mempertahankan posisinya sebagai salah satu pusat bisnis dan keuangan paling berpengaruh di dunia meskipun biaya hidupnya terus meningkat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....