Mercusuar Sultan Shoal Berusia 130 Tahun Kini Dibuka

  • 08 Jun 2026 08:50 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Otoritas Maritim dan Pelabuhan Singapura (MPA) resmi membuka tur reguler ke Mercusuar Sultan Shoal yang telah berdiri selama 130 tahun. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, masyarakat umum dapat mengunjungi langsung mercusuar bersejarah tersebut melalui tur berpemandu yang diselenggarakan setiap bulan. Program ini memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk mengenal lebih dekat salah satu penanda navigasi laut paling ikonik di Singapura.

Mercusuar Sultan Shoal mulai beroperasi pada tahun 1896 setelah dibangun dengan biaya sekitar 34.000 dolar Singapura. Saat itu, bangunan tersebut dipuji karena konstruksinya yang kokoh dan dirancang untuk bertahan dalam jangka waktu panjang. Nama Sultan Shoal sendiri berasal dari sebuah kapal yang dilaporkan kandas di kawasan terumbu karang tersebut pada tahun 1789.

Sebelum mercusuar dibangun, lokasi itu telah dilengkapi suar penuntun bagi pelaut sejak pertengahan abad ke-19. Catatan sejarah menunjukkan sebuah penanda granit pernah berdiri di sana, namun sebagian rusak akibat sambaran petir pada tahun 1875. Kehadiran mercusuar kemudian menggantikan kapal suar Ajax yang sebelumnya berfungsi membantu navigasi kapal-kapal yang memasuki perairan Singapura.

Seiring perkembangan teknologi, sistem penerangan Mercusuar Sultan Shoal terus diperbarui. Awalnya menggunakan lampu minyak dengan reflektor, kemudian diganti lampu minyak tanah pijar yang lebih terang pada 1931. Pada 1967, mercusuar beralih ke lampu listrik dengan daya pancar hingga 670 ribu candela yang dapat terlihat dari jarak sekitar 40 kilometer. Kini, mercusuar beroperasi secara otomatis menggunakan tenaga surya dengan jangkauan pandang sekitar 15 mil laut.

Keberadaan mercusuar ini tetap terjaga meskipun kawasan sekitarnya mengalami perubahan besar akibat proyek reklamasi dan pembangunan pelabuhan modern. MPA menegaskan tidak ada rencana memindahkan Mercusuar Sultan Shoal meskipun lokasinya berada dekat dengan pengembangan fase kedua Pelabuhan Tuas. Hingga saat ini, pekerjaan reklamasi proyek tersebut dilaporkan hampir mencapai 80 persen dan mercusuar akan tetap beroperasi setelah pelabuhan mulai berfungsi penuh.

Tur yang dimulai dari Terminal Feri Pasir Panjang ini berlangsung sekitar tiga jam, termasuk perjalanan laut pulang-pergi selama dua jam. Selain mengunjungi mercusuar, peserta juga memperoleh penjelasan mengenai sejarah pelabuhan Singapura, aktivitas industri di Pulau Jurong dan Pulau Bukom, serta peran penting sektor maritim dalam perekonomian negara tersebut. MPA juga meluncurkan paket wisata edukasi bagi sekolah dan perusahaan yang mencakup kunjungan ke fasilitas pelabuhan peti kemas PSA.

Pembukaan tur Sultan Shoal menjadi bagian dari upaya memperkenalkan warisan maritim Singapura kepada masyarakat luas. Di tengah megahnya pembangunan Pelabuhan Tuas dan kemajuan infrastruktur modern, mercusuar berusia lebih dari satu abad itu tetap menjadi simbol sejarah pelayaran yang menghubungkan masa lalu dan masa depan negara kota tersebut. Kehadirannya mengingatkan bahwa kesuksesan Singapura sebagai pusat perdagangan global tidak terlepas dari peran penting jalur laut yang telah berkembang selama ratusan tahun.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....