UM Metro Gelar Sertifikasi Pengajar Metode Iqra

  • 14 Jul 2026 20:11 WIB
  •  Waykanan

RRI.CO.ID, Bandarlampung - Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah (FAI UM) Metro secara resmi menggandeng Tim Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Yogyakarta untuk menyelenggarakan sertifikasi pengajar metode Iqra. Langkah strategis ini diikuti secara antusias oleh puluhan dosen dan mahasiswa di lingkungan kampus setempat. Standardisasi kompetensi ini bertujuan utama untuk mencetak para pendidik Al-Qur'an yang andal, profesional, serta memiliki lisensi resmi dalam metode pengajaran baca tulis Al-Qur'an.

Dekan FAI UM Metro, Muhammad Nur mengatakan kompetensi keislaman ini menjadi program prioritas FAI UM Metro guna menghadapi tantangan pemenuhan tenaga pengajar Al-Qur'an bermutu di Provinsi Lampung. Sertifikasi ini sekaligus menjadi nilai tambah bagi mahasiswa, khususnya dari Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), sebelum mereka diterjunkan ke masyarakat atau lembaga pendidikan formal. Pihak fakultas menilai bahwa kemampuan mengajar Al-Qur'an dengan metodologi yang teruji merupakan keahlian krusial bagi lulusan perguruan tinggi Islam.

"Ke depan, FAI UM Metro berkomitmen terus menghadirkan program-program pengembangan kompetensi keislaman guna mencetak lulusan yang unggul. Hal ini selaras dengan visi besar universitas untuk melahirkan generasi yang profetik, profesional, modern, mencerahkan, serta siap mengabdi di berbagai bidang pendidikan maupun dakwah secara nyata," ujarnya. 14 Juli 2026

Ia mengatakan, kerja sama dengan Tim AMM Yogyakarta ini dipilih karena lembaga tersebut merupakan pusat pengembangan resmi metode Iqra, yang secara historis didirikan oleh KH As'ad Humam. Pelatihan sertifikasi ini memfokuskan pada penguasaan teknik mengajar yang cepat, tepat, dan menyenangkan, yang disesuaikan dengan psikologi perkembangan anak maupun orang dewasa. Melalui proses standardisasi yang ketat, para dosen dan mahasiswa diuji secara teoretis serta praktis dalam hal ketepatan makhraj (tempat keluarnya huruf) dan ilmu tajwid dasar.

Ia menambahkan, melalui keberlanjutan program pelatihan lisensi ini, FAI UM Metro diharapkan mampu menjadi pusat inkubasi bagi para pengajar metode Iqra yang bersertifikat resmi di wilayah Sumatra.

Ia berharap, dampak jangka panjang dari kegiatan ini diproyeksikan dapat membantu menyukseskan program pemberantasan buta aksara Al-Qur'an, baik melalui jaringan amal usaha Muhammadiyah maupun lembaga pendidikan umum. Pihak kampus memastikan bahwa sinergi serupa akan terus dikembangkan guna mendukung penguatan nilai-nilai keagamaan yang inklusif di tengah masyarakat luas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....