Pemkot Metro Minta Warga Waspadai Penipuan Sensus
- 12 Jul 2026 10:07 WIB
- Waykanan
RRI.CO.ID, Bandarlampung - Pemerintah Kota (Pemkot) Metro mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya modus penipuan yang mengatasnamakan petugas Sensus Ekonomi 2026. Guna mengantisipasi jatuhnya korban dari tindakan kriminal tersebut, warga diminta untuk bersikap proaktif dalam memeriksa kelengkapan identitas resmi serta dokumen tugas dari setiap petugas yang datang.
Wakil Wali Kota Metro, M. Rafieq Adi Pradana, menegaskan bahwa langkah pengecekan ini sangat krusial agar masyarakat tidak terjebak oleh oknum tidak bertanggung jawab.
| Baca juga: Wali Kota Metro Paparkan Langkah Benahi TPAS |
"Kami mengimbau seluruh warga untuk lebih berhati-hati. Jangan pernah ragu menanyakan surat tugas, dan segera laporkan ke RT, RW, atau kelurahan setempat jika ada oknum yang mencurigakan," ujarnya. 11 Juli 2026
Ia mengatakan, pendataan lapangan Sensus Ekonomi 2026 oleh Badan Pusat Statistik (BPS) sendiri dijadwalkan berlangsung serentak sejak tanggal 15 Juni hingga berakhir pada 31 Agustus 2026 mendatang. Proses pengumpulan data makro ini dilakukan secara langsung dari pintu ke pintu (door-to-door) untuk menyisir berbagai jenis sektor usaha, mulai dari pedagang kecil, pelaku UMKM, hingga pelaku usaha digital.
Ia menambahkan, selain Pemkot Metro, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara nasional turut menaruh perhatian serius terhadap potensi kejahatan finansial yang menunggangi program milik BPS ini. Ia menegaskan bahwa petugas resmi selalu patuh pada standar operasional prosedur (SOP) dan tidak akan pernah meminta data sensitif seperti nomor rekening, PIN, atau kata sandi perbankan.
Ia menghimbau masyarakat Kota Metro untuk tidak ragu memberikan data usaha yang sebenarnya, sepanjang petugas lapangan mampu membuktikan legalitas tugasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....