SD Sang Pencerah Metro Adopsi Budaya Jepang
- 11 Jul 2026 18:16 WIB
- Waykanan
RRI.CO.ID, Bandarlampung - SD Muhammadiyah Sang Pencerah Metro resmi mengadopsi filosofi kerja asal Jepang, yakni Budaya 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin), demi meningkatkan kualitas pelayanan prima di lingkungan sekolah.
Konsep manajemen ruang dan etos kerja ini dibedah secara mendalam oleh pemateri Khoeroni, dalam kegiatan In House Training (IHT) hari ketiga yang berlangsung di Aula Panti Asuhan Budi Utomo Muhammadiyah Metro.
"Guru Muhammadiyah itu harus punya paspor, harus sering backpackeran dan traveling untuk melihat tanda-tanda kebesaran Allah di belahan bumi lain, lalu membawanya pulang untuk memajukan sekolah," ujarnya. 11 Juli 2026
Ia menjelaskan bahwa adaptasi budaya Jepang ini bertujuan membentuk kecerdasan peserta didik secara utuh, yang meliputi aspek kognitif, afektif, hingga psikomotorik.
Ia mengatakan, penerapan prinsip 5R ini menyasar seluruh sudut area sekolah, mulai dari ruang kelas, tangga, dapur, kantin, area parkir, hingga pengelolaan gudang penyimpanan barang yang selama ini sering kali terabaikan.
Ia juga menegaskan bahwa gudang sekolah bukanlah tempat pembuangan barang rongsokan yang kotor, melainkan bagian dari pelayanan prima di mana manajemen gudang yang rapi menjadi kunci utama efisiensi inventaris sekolah.
Ia juga menambahkan melalui orientasi baru ini, sekolah dasar diharapkan tidak hanya fokus pada materi baca, tulis, dan hitung (calistung), melainkan menjadi tempat untuk memanusiakan manusia melalui kurikulum yang adaptif.
Ia berharap kegiatan pelatihan intensif ini ditutup dengan penekanan komitmen bersama dari seluruh jajaran guru untuk mewujudkan atmosfer belajar yang jauh lebih kondusif dan tertata. Melalui penerapan budaya kerja yang ringkas dan resik ini, SD Muhammadiyah Sang Pencerah Metro optimistis dapat menciptakan lingkungan sekolah idaman yang aman, nyaman, serta mampu mendongkrak motivasi belajar siswa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....