Wabup Kuningan Dorong Program PINTAR Jadi Role Model Nasional Pemberdayaan Desa
- 20 Mei 2026 19:55 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Wakil Bupati Kuningan Hj. Tuti Andriani mewakili Bupati Kuningan menghadiri Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Pilot Project Program PINTAR di Aula P. Cakrabuana Lantai 3 Kantor OJK Cirebon Rabu, 20 Mei 2026. Program PINTAR atau Peningkatan Inklusi Keuangan untuk Pemerataan Ekonomi Rakyat tersebut digelar Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian melalui Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital.
Rapat koordinasi ini menjadi forum strategis untuk mengevaluasi sekaligus memperkuat implementasi Program PINTAR di Desa Paninggaran, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan. Wabup Tuti menyampaikan apresiasi kepada Kemenko Perekonomian, OJK, Rice Indonesia, serta seluruh mitra yang telah mendukung pengembangan program inklusi keuangan di Kabupaten Kuningan.
“Program ini merupakan langkah strategis dalam mewujudkan pemerataan ekonomi masyarakat. Upaya tersebut melalui penguatan akses layanan keuangan formal, pemberdayaan UMKM, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat desa,” ujar Wabup.
Pemerintah Kabupaten Kuningan berkomitmen menjadikan Desa Paninggaran sebagai contoh keberhasilan program pemberdayaan masyarakat berbasis kolaborasi lintas sektor. Melalui koordinasi yang kuat, pemerintah daerah ingin memastikan program yang diluncurkan sejak Agustus 2025 berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Wabup juga memaparkan potensi pengembangan Desa Paninggaran mulai dari sektor perikanan, peternakan, ekonomi kreatif, hingga wisata berbasis kawasan Waduk Darma. Menurutnya, keberadaan Waduk Darma dan desa-desa penyangga memiliki peluang besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi apabila didukung akses pembiayaan, pelatihan, pendampingan usaha, dan infrastruktur memadai.
“Kami berharap Desa Paninggaran dapat tumbuh menjadi kawasan wisata berbasis masyarakat. Selain itu juga, sekaligus menjadi pusat pengembangan ekonomi produktif masyarakat desa,” ujarnya.
Wabup turut menyoroti pentingnya dukungan terhadap sektor pendidikan dan pemberdayaan generasi muda. Dukungan tersebut mencakup pengembangan sekolah berbasis teknologi pertanian serta peningkatan kapasitas masyarakat melalui pelatihan dan kolaborasi bersama berbagai pihak.
Sementara itu, Asisten Direktur OJK Cirebon, Tesar Pratama Gustardzidi menyampaikan bahwa Program PINTAR selaras dengan upaya OJK memperkuat literasi dan inklusi keuangan melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah. Desa Paninggaran dipilih sebagai pilot project karena memiliki potensi ekonomi lokal besar namun masih membutuhkan penguatan ekosistem usaha dan akses layanan keuangan.
“Harapannya, seluruh potensi lokal mulai dari UMKM, wisata, hingga ekonomi kreatif dapat terkoneksi dengan sektor jasa keuangan sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Asisten Deputi Peningkatan Inklusi Keuangan Kemenko Perekonomian dr. Endy Rio menegaskan Program PINTAR menjadi bagian penting strategi nasional peningkatan kesejahteraan melalui inklusi keuangan. Keberhasilan pilot project di Desa Paninggaran diharapkan dapat menjadi model percontohan bagi daerah lain di Indonesia.
“Ke depan, kami ingin Paninggaran menjadi success story nasional dalam pemberdayaan masyarakat miskin ekstrem melalui kolaborasi lintas kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan sektor jasa keuangan,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....