Wali Kota Cirebon Buka LK II HMI, Tekankan Pentingnya Kaderisasi
- 12 Mei 2026 14:28 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebonn - Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menghadiri Pembukaan Training Raya Latihan Kader II (LK II) dan Latihan Khusus Kohati (LKK) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Cirebon di Gedung DPRD Kota Cirebon pada Jumat, 8 Mei 2026. Kegiatan kaderisasi tersebut digelar sebagai upaya membentuk generasi mahasiswa yang memiliki kapasitas intelektual, kepemimpinan, serta kepedulian terhadap persoalan sosial dan pembangunan daerah.
Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Cirebon memandang kaderisasi HMI bukan sekadar agenda internal organisasi, tetapi bagian penting dalam mencetak sumber daya manusia yang kompeten dan mampu menjadi mitra kritis pemerintah dalam membaca persoalan tata kelola pemerintahan maupun kemasyarakatan.
“Pemerintah Kota Cirebon memandang kegiatan kaderisasi ini bukan sekadar agenda organisasi, tetapi sebagai instrumen strategis dalam memproduksi sumber daya manusia yang kompeten. Mahasiswa merupakan mitra kritis pemerintah yang memiliki kemampuan intelektual untuk membaca dan membedah persoalan tata kelola pemerintahan maupun kemasyarakatan,” ujarnya dalam keterangan rilis yang diterima RRI Jumat, 8 Mei 2026.
Menurut Wali Kota, forum kaderisasi seperti LK II dan LKK harus mampu melahirkan gagasan yang ilmiah, objektif, dan solutif dalam menjawab tantangan pembangunan. Ia menilai dinamika sosial dan politik yang terus berkembang akibat kemajuan teknologi menuntut kader HMI mampu beradaptasi tanpa meninggalkan nilai dasar organisasi.
“Kader HMI harus mampu menjadi adaptor terhadap perubahan zaman. Pemimpin masa depan adalah mereka yang lincah dalam mengambil keputusan, cepat merespons persoalan, tetapi tetap terukur dan berbasis data yang akurat,” katanya.
Lebih lanjut, Effendi Edo menekankan bahwa tantangan pembangunan Kota Cirebon ke depan semakin kompleks, mulai dari urbanisasi, pengembangan ekonomi kreatif, hingga penguatan kohesi sosial di tengah masyarakat heterogen. Karena itu, ia berharap peserta pelatihan tidak hanya berhenti pada diskusi teoritis, tetapi mampu menerjemahkan ilmu yang diperoleh menjadi aksi nyata di masyarakat.
“Jadilah intelektual yang tidak berjarak dengan realitas sosial. Teori-teori besar yang dipelajari harus mampu diterjemahkan menjadi langkah konkret yang memberi manfaat bagi masyarakat luas,” katanya menambahkan.
Sementara itu, Ketua HMI Cabang Cirebon, Muh. Akramul Farhan, menjelaskan bahwa LK II menjadi tahapan penting dalam penguatan kapasitas kader, baik dari sisi intelektual, kepemimpinan, maupun pemahaman nilai keorganisasian. Ia menyebut pelatihan tersebut bukan akhir dari proses kaderisasi karena masih terdapat jenjang lanjutan dalam pembinaan kader HMI.
“LK II bukan hanya berbicara soal intelektualitas atau bagaimana ber-HMI semata. Ini adalah proses pembentukan kader agar mampu menjalani setiap tahapan perjuangan di HMI dengan lebih matang. LK II juga bukan akhir dari proses kaderisasi, karena masih ada jenjang berikutnya seperti LK III atau Advanced Training,” ujarnya.
Farhan menambahkan, HMI memiliki tanggung jawab moral besar di tengah tantangan sosial, ekonomi, dan politik yang dihadapi masyarakat saat ini. Menurutnya, kader HMI harus hadir tidak hanya sebagai pengkritik, tetapi juga mampu menawarkan solusi konkret bagi pemerintah dan masyarakat.
“Kader HMI tidak boleh hanya berhenti pada kritik. Kita harus mampu memberikan solusi nyata kepada pemerintah dan masyarakat dengan cara-cara yang cerdas dan berbeda,” ucap Farhan.
Ia berharap melalui Training Raya tersebut lahir kader muda yang tidak hanya unggul secara akademik dan kepemimpinan, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan komitmen pengabdian untuk membangun Kota Cirebon dan Indonesia ke arah yang lebih baik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....