Pengangkutan Sampah Kurang Optimal, Armada Roda Tiga Disiapkan

  • 04 Mei 2026 15:35 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Sumbawa Barat - Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), menyiapkan langkah strategis untuk mengatasi persoalan pengangkutan sampah yang belum optimal. Salah satu upaya yang dilakukan, adalah mengganti sebagian armada truk pengangkut dengan kendaraan roda tiga, guna menjangkau wilayah permukiman yang sulit diakses.

Kepala DLH Kabupaten Sumbawa Barat, Aku Nur Rahmadin, mengatakan kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan langsung bupati. Agar pelayanan kebersihan lebih efektif dan merata. “Kami akan menyiapkan 38 unit kendaraan roda tiga untuk melayani seluruh kelurahan di Kota Taliwang,” ujarnya, Senin 4 Mei 2026.

Menurutnya, penggunaan armada besar seperti truk kerap mengalami kendala, saat memasuki jalan sempit di kawasan permukiman warga. Kondisi ini menyebabkan pengangkutan sampah tidak dapat dilakukan secara maksimal. Kehadiran kendaraan roda tiga diharapkan menjadi solusi atas persoalan tersebut.

“Armada roda tiga ini dipilih agar dapat menjangkau gang-gang sempit di dalam kelurahan. Dengan demikian, pengangkutan sampah bisa dilakukan secara rutin setiap hari,” katanya.

Saat ini, proses pengadaan armada tengah berlangsung. Pemerintah menargetkan seluruh unit kendaraan sudah tersedia dan mulai beroperasi paling lambat pada 27 Juni 2026. “Kami sedang dalam tahap pemesanan. Target kami, akhir Juni seluruh armada sudah siap digunakan,” tambahnya.

DLH juga mengingatkan masyarakat bahwa layanan pengangkutan sampah tersebut disertai kewajiban pembayaran retribusi, sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2023 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

Selain pembenahan armada, pemerintah daerah tengah merancang pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang dijadwalkan mulai berjalan pada 2026. Fasilitas ini nantinya akan digunakan untuk memilah sampah secara mekanis, mengingat sebagian besar sampah rumah tangga saat ini masih belum terpisah antara organik dan anorganik.

Melalui TPST, hanya sampah residu yang akan dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), sementara sampah bernilai ekonomis seperti plastik dapat diolah kembali. Upaya ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas pengelolaan sampah, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Pihaknya optimistis, kombinasi antara armada baru yang lebih fleksibel dan sistem pengolahan modern, mampu mengatasi keluhan masyarakat. Selain mengatasi keterlambatan pengangkutan sampah, hal ini juga dapat menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....