Iswara Desak Disdik Evaluasi Server SPMB, Ketersediaan Kursi Dipastikan Aman

  • 09 Jun 2026 16:21 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID,Bandung - Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMA dan SMK tahun 2026 di Jawa Barat kembali mendapat sorotan tajam. Kendala teknis berupa server yang sempat melambat hingga kurangnya pemahaman masyarakat terhadap tahapan baru, memicu gelombang keluhan dari para orang tua murid.

Menyikapi kondisi tersebut, Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, MQ Iswara, mendesak Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar untuk segera mengevaluasi total sistem sosialisasi mereka. Menurutnya, kegaduhan di tengah masyarakat tidak perlu terjadi jika aparatur pendidikan melakukan edukasi lebih awal dan masif.

Iswara menilai masyarakat membutuhkan penjelasan yang utuh mengenai mekanisme seleksi, termasuk tahapan baru bernama Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) yang masih asing bagi sebagian besar orang tua.

"Kami berharap ke depan Disdik bisa melakukan sosialisasi lebih awal. Sistemnya baru, masyarakat juga belum memahami tahapan seperti PCMB yang sebelumnya tidak dikenal," kata Iswara, Selasa 9 Juni 2026.

Selain komunikasi, lini pertahanan digital Disdik Jabar juga tak luput dari evaluasi dewan. Masalah server yang sempat down saat pendaftaran disoroti tajam, sehingga dewan meminta adanya peningkatan kualitas perangkat teknologi dan kesiapan sumber daya manusia yang mengelolanya.

"Kami menghimbau kepada Disdik agar server dipersiapkan lebih baik. Tidak hanya peralatannya yang lebih baru dan lebih canggih, tetapi juga SDM-nya harus siap," tegas Legislator dari Partai Golkar.

Akibat adanya riak-riak teknis di lapangan, masa pendaftaran yang semula dijadwalkan ditutup pada Senin malam, akhirnya resmi diperpanjang hingga Selasa (9/6) pukul 21.00 WIB untuk mengakomodasi persoalan yang muncul.

"Kemarin memang ada penyesuaian. Yang semula batas waktunya berakhir tengah malam, sekarang diperpanjang sampai hari ini pukul 21.00 WIB," jelas Iswara terkait kelonggaran waktu bagi masyarakat.

Kendati melayangkan kritik keras terhadap kesiapan sistem dan kuota Sekolah Unggulan (Sekolah Maung), DPRD meminta para orang tua murid di Tatar Pasundan tidak perlu panik. Dengan daya tampung mencapai 909.183 kursi untuk 826.996 lulusan SMP/MTs, ketersediaan bangku sekolah di Jabar dipastikan aman, termasuk jaminan beasiswa bagi siswa kurang mampu yang diarahkan ke sekolah swasta.

"Kami berharap masyarakat tidak perlu khawatir. Yang menjadi perhatian sekarang adalah bagaimana sistemnya semakin baik, sosialisasinya lebih matang, dan pelayanan kepada masyarakat semakin optimal," pungkas Iswara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....