Kevin Wu PSI Kecam Penjambretan WNA di Bundaran HI

  • 16 Mei 2026 21:21 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, Kevin Wu, menyayangkan aksi penjambretan terhadap wisatawan asing, di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat. Kejadian yang viral itu, berlangsung pada hari Rabu, 14 Mei 2026 lalu.

“Saya sangat prihatin, dan mengecam keras aksi penjambretan terhadap WNA (Warga Negara Asing) di kawasan Bundaran HI. Ini bukan sekadar kasus kriminal jalanan biasa, karena lokasinya adalah salah satu wajah utama Jakarta,” ujar Kevin dalam keterangan tertulis, Sabtu, 16 Mei 2026.

“Bundaran HI itu etalase Ibu Kota, simbol Jakarta modern. Dan titik yang sering dilihat wisatawan maupun masyarakat internasional,” sambungnya.

Kevin menekankan, kota global tidak hanya dinilai dari pembangunan fisik, seperti menara-menara pencakar langit, dan acara-acara bertaraf internasional yang megah saja. Melainkan juga kemampuan untuk menjamin keamanan bagi WNA, yang beraktivitas di Jakarta.

“Kalau di kawasan seikonik Bundaran HI saja orang masih bisa dijambret, maka ini harus menjadi alarm serius bagi Pemprov DKI dan aparat keamanan. Jakarta ingin menjadi kota global, tapi kota global tidak boleh hanya bicara gedung tinggi, event internasional, dan slogan saja. Yang paling dasar adalah rasa aman di ruang publik,” katanya.

Ia meminta agar Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, serius dalam upaya menjaga keamanan Jakarta, baik bagi warganya sendiri, maupun WNA. Jika itu gagal dilakukan, maka upaya-upaya untuk meningkatkan citra Jakarta seperti dilakukan selama ini, akan menjadi sia-sia.

“Kejadian seperti ini kalau dibiarkan berulang, akan merusak image Jakarta di mata publik, wisatawan, investor, dan komunitas internasional. Satu video viral tentang turis dijambret, bisa menghapus banyak narasi promosi kota yang dibangun dengan biaya besar,” katanya.

“Jangan sampai Jakarta dikenal dan menjadi global bukan karena kemajuannya. Tapi karena orang merasa tidak aman saat berjalan di ruang publik,” ucap politisi Partai Solidaritas Indonesia itu.

Kevin pun meminta agar pengamanan di kawasan-kawasan strategis ditingkatkan, dengan cara melaksanakan patroli terpadu dengan aparat kepolisian, koordinasi lintas dinas, mulai dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) hingga Dinas Perhubungan. Serta penambahan Camera Closed Circuit Television (CCTV).

Ia menekankan, keamanan masyarakat dan WNA harus menjadi prioritas. Dan pendekatan yang dipakai harus merupakan langkah-langkah pencegahan, bukan sekadar melakukan penindakan hukum apabila sebuah kasus kriminal sudah terjadi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....