DPRD Kalsel Targetkan Bendungan Riam Kiwa Direalisasikan Tahun Ini

  • 22 Apr 2026 10:22 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Pembangunan Bendungan Riam Kiwa di Kecamatan Paramasan, Kabupaten Banjar, terus didorong sebagai upaya konkret pengendalian banjir di Kalimantan Selatan. Proyek strategis nasional ini diproyeksikan mampu menekan risiko banjir hingga 70 persen di wilayah hilir.

Selain sebagai pengendali banjir, bendungan tersebut juga diharapkan membuka peluang baru di sektor energi dan pariwisata. Kehadirannya dinilai akan memberikan dampak jangka panjang bagi pembangunan daerah.

Dalam rapat koordinasi dengan berbagai pihak terkait, Ketua DPRD Kalsel, H. Supian HK, menegaskan pentingnya percepatan realisasi proyek tersebut. Ia menyebut seluruh tahapan harus berjalan sesuai rencana agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.

“Harapannya pada tahun 2026 sudah bisa direalisasikan, sehingga manfaatnya bisa segera dirasakan masyarakat,” ujarnya, usai rapat di Gedung Ismail Abdullah, DPRD Kalsel, Selasa 21 April 2026. Ia juga menekankan komitmen DPRD dalam mengawal proyek tersebut hingga tuntas.

Proses alih fungsi lahan untuk pembangunan bendungan disebut telah mendapatkan persetujuan. Meski demikian, koordinasi lintas instansi tetap menjadi faktor kunci dalam menjaga kelancaran proyek.

Sekretaris Komisi II DPRD Kalsel, H. Jahrian, juga mengingatkan pentingnya keadilan dalam proses ganti rugi tanaman milik warga. Ia menegaskan agar tidak ada pihak yang dirugikan dalam tahapan tersebut.

“Jangan sampai masyarakat merasa dirugikan, terutama dalam penilaian tanaman kebun mereka,” katanya. Transparansi dinilai menjadi hal utama dalam menjaga kepercayaan masyarakat.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Banjar, Ikhwansyah, menjelaskan bahwa proses penyiapan lahan kini memasuki tahap penilaian aset warga. Tahapan ini akan menentukan besaran nilai ganti rugi yang akan diberikan.

“Persoalan lahan secara umum sudah selesai. Selanjutnya akan dilakukan appraisal untuk menentukan nilai tanaman kebun masyarakat,” ucapnya. Dengan progres tersebut, bendungan ini diharapkan menjadi solusi banjir sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....