Komisi II DPRD Kalsel Dorong Penguatan UMKM Berbasis Potensi Lokal
- 21 Jul 2026 09:11 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan terus mendorong penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berbasis potensi lokal sebagai upaya meningkatkan nilai tambah produk. Dorongan tersebut disampaikan usai meninjau perkembangan sejumlah UMKM binaan PT Adaro Indonesia di Kabupaten Tabalong, Jumat 17 Juli 2026.
Kunjungan lapangan dilakukan untuk melihat secara langsung hasil pembinaan terhadap pelaku UMKM yang telah mampu mengembangkan produk unggulan daerah. Komisi II menilai pembinaan yang berkelanjutan menjadi kunci dalam meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat.
Salah satu UMKM yang mendapat perhatian adalah rumah produksi Auk Sukma di Desa Pasar Lama, Kecamatan Murung Pudak. Pelaku usaha tersebut berhasil mengolah ikan bandeng menjadi produk otak-otak yang telah dipasarkan ke berbagai daerah meski distribusinya masih memerlukan cooler boxuntuk menjaga kualitas produk.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, H. Suripno Sumas, memberikan apresiasi atas keberhasilan pelaku usaha dalam menciptakan produk bernilai ekonomi dari hasil perikanan lokal. Menurutnya, inovasi tersebut menjadi contoh baik bagi pengembangan UMKM di berbagai daerah.
“Harapan kami, inovasi ini terus dikembangkan, tidak hanya menggunakan ikan bandeng, tetapi juga ikan-ikan lokal lainnya yang memiliki potensi untuk diolah menjadi produk bernilai tambah. Kami juga berharap PT Adaro Indonesia terus memberikan pembinaan dan pendampingan kepada para pelaku UMKM,” ujar Suripno.
Ia menilai Kalimantan Selatan memiliki kekayaan sumber daya perikanan yang dapat diolah menjadi berbagai produk unggulan. Dengan inovasi yang terus berkembang, produk lokal diyakini mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Selain meninjau rumah produksi otak-otak bandeng, rombongan Komisi II DPRD Kalsel juga mengunjungi UMKM binaan PT Adaro Indonesia di Desa Lok Batu, Kecamatan Haruai. Di lokasi tersebut, pelaku usaha berhasil mengembangkan sambal berbahan dasar daging keong sebagai salah satu inovasi olahan pangan khas daerah.
Perwakilan CSR Department PT Adaro Indonesia, Iwan Ridwan, menjelaskan perusahaan terus berkomitmen melakukan pembinaan kepada UMKM di wilayah operasionalnya. Pendampingan dilakukan mulai dari pengembangan usaha, peningkatan kualitas produk, hingga penguatan pemasaran.
“Tadi kami juga menerima berbagai masukan, mulai dari proses hulu hingga hilir dalam pembinaan UMKM. Kami berharap pendampingan ini dapat terus berjalan sehingga UMKM semakin mandiri dan mampu berkembang secara berkelanjutan hingga masa akhir operasional tambang,” kata Iwan Ridwan.
Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan berharap sinergi antara pemerintah daerah, PT Adaro Indonesia, dan masyarakat terus diperkuat dalam membina UMKM berbasis potensi lokal. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan lebih banyak produk unggulan daerah yang berdaya saing dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....