Komdigi Dorong Ekonomi Digital yang Tetap Berakar pada Budaya
- 03 Jul 2026 19:28 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Transformasi digital di Indonesia terus melaju pesat. Namun, pemerintah menegaskan bahwa kemajuan teknologi harus tetap berjalan seiring dengan pelestarian budaya dan pembentukan karakter generasi muda.
Dikutip dari Komdigi.go.id, Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengatakan Indonesia memiliki peluang besar menjadi salah satu kekuatan ekonomi digital dunia. Menurut Meutya, dengan sekitar 230 juta pengguna internet atau hampir 80 persen dari total penduduk, Indonesia menjadi salah satu penggerak utama ekonomi digital di kawasan ASEAN. Namun, pertumbuhan tersebut harus dibarengi dengan ekosistem digital yang aman, sehat, dan tetap menjunjung nilai-nilai budaya bangsa.
Ia menegaskan transformasi digital tidak boleh hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi. Pemerintah terus memperkuat implementasi PP TUNAS untuk menciptakan ruang digital yang ramah anak, sekaligus mendorong generasi muda tetap mengenal permainan tradisional, seni, budaya, dan pentingnya interaksi di dunia nyata.
Selain itu, Komdigi juga tengah menyiapkan regulasi etika AI dan peta jalan pengembangan AI nasional. Meutya menilai teknologi AI dapat dimanfaatkan untuk mendukung digitalisasi warisan budaya, memperluas akses edukasi, hingga mempromosikan budaya Indonesia ke tingkat global.
Pemerintah berharap perkembangan teknologi tidak membuat masyarakat semakin jauh dari akar budayanya. Justru, inovasi digital diharapkan menjadi sarana untuk memperkuat identitas bangsa sekaligus membawa Indonesia semakin maju di era digital.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....