JCH Aceh Barat Jalani Manasik Tahap Akhir

  • 14 Feb 2026 12:52 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Jemaah Calon Haji (JCH) Kabupaten Aceh Barat mengikuti manasik haji Kabupaten di masjid Agung Baitul Makmur Meulaboh, Sabtu, 14 Februari 2026. Sebelumnya telah dilaksanakan manasik Kecamatan dari Tanggal 7 sampai dengan 10 Februari 2026.

Manasik haji tersebut turut dihadiri Bupati Tarmizi SP MM yang memberikan sambutan serta doa bagi para JCH agar senantiasa diberi kesehatan sehingga mampu menunaikan ibadah haji dan kembali dengan predikat haji dan hajjah mabrur.

Dalam sambutannya, Tarmizi berpesan agar para jemaah turut mendoakan daerah agar Kabupaten Aceh Barat semakin maju serta mampu melewati berbagai tantangan.

“Kami berharap para jemaah juga mendoakan Aceh Barat agar semakin baik. Kita yakin dapat bertahan karena dilandasi iman dan takwa kepada Allah,” kata Tarmizi.

Bupati juga menitipkan para jemaah kepada seluruh petugas haji untuk memberikan pelayanan maksimal selama proses ibadah berlangsung. “Kami titip jemaah kami untuk dilayani dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Jemaah Calon Haji (JCH) Kabupaten Aceh Barat mengikuti manasik haji Kabupaten di masjid Agung Baitul Makmur Meulaboh, Sabtu, 14 Februari 2026. Foto RRI/ Irhamsyah

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Aceh Barat, Furqan SAg menyampaikan bahwa manasik haji tingkat kabupaten menjadi tahap akhir setelah sebelumnya para jemaah mengikuti manasik di tingkat kecamatan sebanyak empat kali pertemuan. “Jadi hari ini adalah hari yang terakhir, karena pelaksanaan manasik tingkat Kabupaten Kota itu hanya 1 kali pertemuan,” ucapnya.

“Jumlah JCH Kabupaten Aceh Barat yang tergabung dalam Kloter 03 BTJ Aceh sebanyak 261 jemaah reguler dan satu jemaah dari KBIHU, sehingga totalnya 262 jemaah. Angka tersebut belum termasuk petugas kloter yang terdiri dari TPHI, TKHI, TPIH, dan IHD,” kata Furqan.

Furqan menambahkan, setelah kegiatan manasik ini pihaknya terus memberikan imbauan kepada jemaah agar menjaga kesehatan dengan baik, mengingat kondisi fisik yang prima sangat penting dalam menjalankan ibadah haji.

“Perjalanan ibadah haji itu ibadah fisik. Karena itu kita mengajarkan kepada jemaah itu harus benar-benar menjaga kondisinya, kondisi fisiknya. Setidaknya setelah salat subuh, jemaah harus berolahraga,” ucapnya.

Sementara itu, salah seorang tenaga kesehatan PPIH, dr Wilda Hanim, memperkenalkan diri sekaligus memberikan edukasi kesehatan kepada para calon jemaah. Ia menjelaskan pentingnya latihan fisik sejak di tanah air, membawa obat pribadi, serta membiasakan diri dengan cuaca panas seperti di Arafah dan Mina.

“Kita berikan edukasi kepada JCH untuk memulai dari di tanah air boleh berjemur pada saat jam 9-10 untuk menyesuaikan tubuh kita di sana,” katanya.

Selain itu, jemaah diminta menggunakan alat pelindung diri yang dianjurkan serta segera melapor kepada ketua regu atau ketua rombongan bila mengalami gangguan kesehatan. Bagi jemaah dengan riwayat penyakit penyerta, pemantauan akan dilakukan secara berkala untuk memastikan kondisi tetap stabil.

Adapun sebaran JCH Aceh Barat antara lain dari Johan Pahlawan 136 orang, Meureubo 38 orang, Samatiga 24 orang, serta Kaway XVI 22 orang. Total jemaah laki-laki berjumlah 103 orang dan perempuan 158 orang.

Jemaah termuda tercatat atas nama Al-Jannah Binti Abdurrahman Is, usia 17 tahun dari Pante Ceureumen, sedangkan yang tertua Ali M Bin Hasan berusia 95 tahun dari Kaway XVI. Pembiayaan manasik tingkat kabupaten bersumber dari DIPA Pengelolaan Keuangan Operasional Penyelenggaraan Ibadah Haji. Kloter 03 BTJ Aceh sendiri nantinya turut bergabung dengan jemaah dari Aceh Utara sebanyak 125 orang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....