Pria Ditemukan Tewas Tergantung di Halaman Rumah, Polisi Pastikan Penyebabnya
- 21 Apr 2026 20:43 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Barat – Warga Dusun Banyumulek Timur, Desa Banyumulek, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat diguncang peristiwa tragis dengan ditemukannya seorang pria dalam kondisi tergantung di pohon mangga di halaman rumahnya, Minggu 19 April 2026.
Penemuan jenazah tersebut sontak mengundang perhatian warga sekitar. Aparat kepolisian dari Polres Lombok Barat pun bergerak cepat melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna memastikan penyebab pasti kematian korban.
Korban diketahui berinisial J (38), seorang pria yang memiliki alamat KTP di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, namun telah lama tinggal di Desa Banyumulek. Identitas korban diperoleh dari hasil pemeriksaan awal serta keterangan sejumlah saksi di lokasi kejadian.
Peristiwa ini pertama kali terungkap setelah seorang saksi berinisial SA (55) menerima telepon dari istri korban, NU, yang saat ini bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia di Singapura. Dalam percakapan tersebut, sang istri mengaku khawatir setelah terjadi pertengkaran melalui pesan singkat dengan korban.
“Istri korban meminta bantuan kepada saksi untuk mengecek kondisi suaminya, karena sebelumnya mereka terlibat perselisihan melalui WhatsApp dan korban sempat mengancam akan mengakhiri hidupnya,” ujar Plh. Kasat Reskrim Polres Lombok Barat, Ipda Muh. Abdullah S.Kom.
Menindaklanjuti permintaan tersebut, saksi langsung mendatangi rumah korban. Namun, gerbang rumah ditemukan dalam keadaan terkunci dari dalam. Saat mengintip ke arah halaman, saksi dikejutkan dengan kondisi korban yang sudah tergantung pada pohon mangga setinggi sekitar 2,2 meter menggunakan tali nilon berwarna hijau.
Petugas kepolisian yang tiba di lokasi sekitar pukul 17.30 WITA segera melakukan sterilisasi area dan mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya satu unit sepeda motor Yamaha Aerox dan sebuah telepon genggam merek Infinix milik korban.
Hal yang menarik perhatian petugas adalah posisi ponsel korban yang ditemukan menghadap ke arah tubuhnya dalam kondisi layar menyala. Ponsel tersebut menampilkan percakapan terakhir dengan kontak bernama “Malikat Maut” yang diketahui merupakan nomor milik istrinya.
Polisi menduga korban sengaja menempatkan ponsel tersebut untuk memperlihatkan tindakannya kepada sang istri, katanya menegaskan.
Jenazah korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Mataram untuk menjalani visum. Meski pihak kepolisian menyarankan autopsi menyeluruh, keluarga korban memilih hanya dilakukan pemeriksaan luar.
“Dari hasil pemeriksaan medis, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Estimasi waktu kematian kurang dari enam jam sebelum pemeriksaan,” ucapnya.
Berdasarkan hasil olah TKP, keterangan saksi, serta bukti elektronik yang ditemukan, pihak kepolisian menyimpulkan bahwa korban meninggal akibat bunuh diri.
“Kami simpulkan sementara bahwa korban meninggal murni karena gantung diri, diduga dipicu permasalahan rumah tangga dengan istrinya yang bekerja di luar negeri,” katanya mengakhiri.
Saat ini, jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum tentu benar dan tetap menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....