Tuhan Maha Asyik, Perspektif Baru Memahami Sang Pencipta
- 14 Jul 2026 15:07 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Membaca buku adalah salah satu cara terbaik untuk memperluas wawasan, memperdalam pemahaman, membentuk karakter seseorang, serta mengubah cara pandang seseorang terhadap kehidupan. dan membaca juga adalah salah satu investasi jangka panjang untuk diri kita. Adalah Raditya dika, seorang penulis menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk melakukan riset dan menuangkan pemikirannya ke dalam buku.
Namun pembaca dengan mudah dapat menyerap seluruh pemikiran dan pengalaman berharga mereka hanya dalam hitungan jam atau hari. Oleh karena itu melalui buku, manusia tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga diajak untuk merenungi kehidupan, mempertanyakan, dan menemukan makna dari berbagai realitas yang dihadapi.
Terlebih ketika buku yang dibaca berkaitan dengan nilai-nilai spiritual dan ketuhanan, proses membaca menjadi lebih dari sekadar aktivitas intelektual, ia berubah menjadi perjalanan batin yang mampu mendekatkan manusia dengan Tuhannya. Dalam kehidupan yang serba cepat penuh tuntutan dan tekanan, sering kali manusia menjalankan praktik keagamaan secara rutinitas saja, tanpa benar-benar memahami esensi atau hakikat dari hubungan anatara manusia dengan Tuhan itu sendiri.
Kehadiran buku seperti Tuhan Maha Asyik menjadi sangat relevan. Buku ini tidak hanya menyajikan konsep ketuhanan secara teoritis, tetapi juga mengajak pembaca untuk memahami Tuhan melalui pendekatan yang lebih hangat, humanis, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dengan gaya dialog yang ringan namun penuh makna, pembaca diajak untuk melihat bahwa ”memahami Tuhan tidak harus selalu kaku dan formal”, melainkan bisa melalui refleksi sederhana, dengan rasa syukur, dan kepedulian terhadap sesama.
Salah satu alasan saya memilih membaca buku Tuhan Maha Asyik karena ingin menemukan cara pandang baru dalam memahami Tuhan yang tidak hanya terbatas pada ritual dan rutinitas, tetapi juga menyentuh sisi kemanusiaan dan kehidupan sehari-hari. Selain itu, rasa ingin tahu terhadap pendekatan unik yang ditawarkan oleh Mbah Sujiwo Tejo dan Dr. M. Nursamad Kamba menjadi alasan tersendiri bagi saya untuk menjadikan buku ini sebagai bahan refleksi dalam memperdalam hubungan dengan Tuhan.
Melalui buku tersebut, ada pencerahan bagi pembacanya untuk dapat membangun kesadaran diri bahwa memahami Tuhan bukan hanya tentang benar atau salah dalam perspektif tertentu, melainkan tentang bagaimana manusia mampu menghadirkan nilai-nilai ketuhanan dalam sikap dan tindak tanduk kita sehari-hari.
Dengan demikian, membaca buku ini menjadi langkah kecil dalam proses memperbaiki diri, memperluas sudut pandang cinta kita terhadap Tuhan, serta menumbuhkan rasa damai dalam menjalani kehidupan.
(Sumber : Muhammad khoerun Najib)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....