Liburan tanpa Uang Tunai: Praktis tapi Bikin Boros
- 09 Apr 2026 11:00 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Tren liburan tanpa membawa uang tunai atau cashless semakin populer di kalangan masyarakat, terutama generasi muda. Kemudahan transaksi menggunakan kartu debit, kartu kredit, hingga dompet digital membuat aktivitas selama perjalanan terasa lebih praktis.
Namun di balik kenyamanan tersebut, ada sisi lain yang kerap luput disadari yakni potensi pengeluaran yang justru lebih boros. Lembaga keuangan seperti Bank Indonesia mendorong masyarakat untuk beralih ke transaksi non-tunai sebagai bagian dari digitalisasi ekonomi.
Selain lebih aman, metode ini juga dianggap efisien karena mengurangi risiko kehilangan uang fisik. Namun, kemudahan ini juga membawa tantangan tersendiri dalam mengontrol pengeluaran.
Fenomena ini berkaitan dengan konsep dalam Behavioral Economics, yang menjelaskan bahwa manusia cenderung lebih mudah mengeluarkan uang ketika tidak melihat bentuk fisiknya. Saat membayar dengan uang tunai, seseorang bisa langsung merasakan berkurangnya uang di dompet, sebaliknya, transaksi digital sering kali terasa “tidak nyata”, sehingga keputusan belanja menjadi lebih impulsif.
Hal ini juga diperkuat oleh penelitian dari Massachusetts Institute of Technology yang menemukan bahwa penggunaan kartu atau metode pembayaran digital dapat meningkatkan pengeluaran karena mengurangi “rasa sakit” saat membayar. Dengan kata lain, semakin mudah transaksi dilakukan, semakin besar kemungkinan seseorang berbelanja di luar rencana.
Dalam konteks liburan, kondisi ini semakin terasa, banyak promo, diskon, dan kemudahan pembayaran digital yang menggoda wisatawan untuk mencoba berbagai hal, mulai dari kuliner hingga belanja oleh-oleh. Tanpa disadari, total pengeluaran bisa membengkak meskipun awalnya berniat berhemat dengan tidak membawa uang tunai.
Selain itu, fitur “pay later” atau cicilan yang tersedia di berbagai platform juga bisa menjadi jebakan. Kemudahan ini membuat seseorang merasa tetap aman secara finansial saat liburan, padahal tagihan baru akan terasa setelah kembali ke rumah, dan jika tidak dikelola dengan bijak, hal ini bisa memicu masalah keuangan di kemudian hari.
Meski demikian, bukan berarti transaksi cashless harus dihindari, kuncinya terletak pada pengelolaan diri. Membuat anggaran sebelum berangkat, mencatat pengeluaran, serta membatasi penggunaan kartu atau aplikasi pembayaran bisa menjadi langkah sederhana untuk tetap menjaga keuangan tetap sehat selama liburan.
Pakar keuangan pribadi Dave Ramsey menyarankan agar seseorang tetap memiliki batas pengeluaran yang jelas, baik menggunakan uang tunai maupun digital. Disiplin dalam mengikuti anggaran menjadi faktor utama agar liburan tetap menyenangkan tanpa beban finansial setelahnya.
Pada akhirnya, liburan seharusnya menjadi momen untuk melepas penat, bukan menambah stres akibat pengeluaran berlebih. Teknologi memang menawarkan kemudahan, tetapi tetap diperlukan kesadaran dalam menggunakannya, karena tanpa kontrol yang baik, liburan tanpa uang tunai yang terlihat praktis justru bisa berujung lebih boros.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....