Prambanan Jazz Rayakan Lintas Generasi
- 17 Mar 2026 20:34 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado – Perayaan 12 tahun Prambanan Jazz Festival kembali menegaskan arah barunya. Tahun 2026 mereka mengusung tema Celebrate The Joy dan langsung mengunci perhatian dengan dua nama kuat. Setelah NIKI diumumkan sebagai headliner hari kedua, kini giliran Michael Learns To Rock yang mengisi hari pertama. Dikutip dari akun Instagram resmi Prambanan Jazz, strategi ini tidak acak. Mereka secara sadar menyusun line up yang bisa menjangkau spektrum audiens lebih luas, dari pendengar lama hingga generasi baru yang tumbuh di era streaming.
Kehadiran MLTR membawa konteks yang menarik untuk diuji. Band ini punya basis emosional kuat di Indonesia sejak era 90an. Lagu mereka hidup di radio, kaset, hingga panggung nostalgia. Namun relevansi hari ini tidak otomatis. Di sinilah pendekatan festival diuji. Menggabungkan MLTR dengan nama seperti NIKI menciptakan jembatan lintas generasi. Menurut laporan International Federation of the Phonographic Industry, konsumsi musik saat ini didorong oleh dua hal utama, discovery dan nostalgia. Prambanan Jazz mencoba memadukan keduanya dalam satu panggung. Jika berhasil, ini bukan sekadar booking artis. Ini kurasi pengalaman.
Festival ini juga memperluas makna inklusivitas. Mereka tidak membatasi diri pada genre jazz secara ketat. Ini sudah terlihat dalam beberapa edisi terakhir. Dikutip dari pernyataan Anas Syahrul Alimi, Prambanan Jazz ingin menjadi ruang tamu besar. Artinya terbuka, hangat, dan bisa diisi banyak suara. Pendekatan ini sejalan dengan tren global. Data dari Nielsen Music menunjukkan audiens festival kini lebih tertarik pada keberagaman line up dibanding spesifikasi genre. Namun ada risiko. Semakin luas spektrum, semakin besar tantangan menjaga identitas festival agar tidak kehilangan arah.
Semua itu akan diuji pada 3 sampai 5 Juli 2026 di Candi Prambanan. Lokasi ini bukan sekadar venue. Ia memberi nilai pengalaman yang tidak bisa direplikasi di tempat lain. Kombinasi warisan budaya dan musik modern menjadi diferensiasi utama. Dengan pendekatan lintas generasi dan kurasi yang semakin terbuka, Prambanan Jazz tidak lagi hanya festival musik. Ia bergerak menjadi platform pengalaman kolektif. Pertanyaan yang tersisa sederhana. Apakah strategi ini cukup kuat untuk menjaga relevansi jangka panjang, atau justru mengaburkan identitas awalnya sebagai festival jazz.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....