Jebakan "Self-Reward" Berlebihan saat Belanja Lebaran

  • 13 Mar 2026 21:58 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh : Menjelang Hari Raya Idul Fitri, fenomena belanja kebutuhan Lebaran selalu menjadi tradisi yang dinanti. Namun, ada satu tren psikologis yang patut diwaspadai agar tidak menguras kantong secara ekstrem: Self-Reward berlebihan.

Istilah self-reward atau memberikan penghargaan pada diri sendiri setelah bekerja keras setahun penuh seringkali menjadi "tameng" bagi masyarakat untuk melakukan konsumsi berlebih (overconsumption). Jika tidak dikelola dengan bijak, niat merayakan kemenangan di hari raya justru bisa berujung pada krisis finansial pasca-Lebaran.

1. Mengapa Kita Terjebak "Self-Reward"?

Psikolog perilaku mencatat bahwa momen menerima Tunjangan Hari Raya (THR) sering kali memicu euforia sesaat. Berikut adalah beberapa faktor pemicunya.

Pembenaran Emosional: Merasa "layak" mendapatkan barang mewah karena sudah melewati tekanan kerja selama setahun.

Tekanan Sosial (FOMO) keinginan untuk tampil serba baru di media sosial atau saat berkumpul bersama keluarga besar.

Strategi pemasaran, diskon besar-besaran dengan embel-embel "Lebaran Sale" yang menciptakan urgensi palsu.

2. Tanda-Tanda Self-Reward Sudah Tidak Sehat

Agar Anda tidak terjebak, kenali tanda-tanda berikut sebelum menarik kartu debit atau kredit Anda.

Menggunakan dana darurat atau berutang (Paylater) hanya untuk barang hobi.

Melakukan "reward" berkali-kali dalam satu periode belanja Lebaran.

Dampak nya merasa cemas dan menyesal (buyer's remorse) segera setelah barang dibeli.

Prioritaskan kebutuhan pokok seperti zakat, ongkos mudik, dan dana operasional bulan depan terabaikan.

3. Tips Belanja Bijak Tanpa Menguras Tabungan

Agar silaturahmi tetap hangat dan dompet tetap sehat, terapkan langkah-langkah berikut.

Gunakan Aturan 24 Jam jika melihat barang yang sangat diinginkan, tunggu 24 jam sebelum memutuskan membeli. Seringkali, keinginan tersebut hanya impuls sesaat.

Alokasikan Persentase THR, batasi self-reward maksimal 10% hingga 15% dari total THR yang diterima. Sisanya tetap diprioritaskan untuk kebutuhan Lebaran dan tabungan.

Catat sebelum berangkat, buat daftar belanjaan (shopping list) yang ketat. Barang yang tidak ada di daftar adalah pantangan.

Ingat "Bulan Depan" sadarilah bahwa setelah Lebaran berakhir, masih ada tagihan rutin dan biaya hidup yang harus dipenuhi.

"Self-reward terbaik bukanlah barang bermerek yang membuat kita berutang, melainkan ketenangan pikiran (peace of mind) karena memiliki kondisi finansial yang stabil setelah perayaan usai."

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....